Berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya saat Pandemi

kebun binatang surabaya, kebun binatang surabaya saat pandemi, harga tiket kebun binatang surabaya, kondisi kebun binatang surabaya saat ini, satwa di kebun binatang surabaya, parkir mobil kebun binatang surabaya

Salah satu hal yang membuat saya bersyukur tinggal di Surabaya adalah banyaknya opsi hiburan. Ada banyak taman cantik dan juga ada Kebun Binatang Surabaya yang bisa kita kunjungi saat pandemi corona. Harus saya akui, Surabaya hari ini jauuh berbeda dengan Surabaya ketika saya masih SMA atau kuliah dulu. Bu Risma memang memberi banyak pengaruh. Saya harap walikota yang sekarang juga bisa merawat kecantikan Kota Pahlawan ini.

Eh, saya bukan mau ngomongin politik, ya. Pada postingan ini, saya mau cerita kunjungan saya dan keluarga ke Kebun Binatang Surabaya saat pandemi. Saya baru saja ke sana, tepatnya sekitar akhir April lalu. Saya berharap kebun binatangnya bersih, terawat, satwanya sehat. Ekspektasi saya ini sesuai, meski ada beberapa yang mengganjal di nurani saya.

Harga Tiket Masuk di Kebun Binatang Surabaya

Harga Tiket masuk di Kebun Binatang Surabaya Rp 15.000,00. Nah, kalau beli 5, gratis 1. Kebetulan saat kami ke sana, kami berenam. Jadi cukup menghemat. Anak terhitung satu tiket apabila tinggi badannya di atas 85 cm. Kebetulan, anak kedua saya tingginya sudah 88 cm hehe jadi kami bayar. Oh, ya, kalau mau ke aquarium juga bayar lagi dengan harga yang sama. Mungkin karena aquariumnya dikelola oleh Pelindo.

Hal yang tidak saya sukai adalah pintu keluar menuju parkir mobil. Ini membuat saya malas kembali ke KBS. Parkiran mobilnya sih cukup nyaman dan luas, dekat juga dengan tiket masuk. Tetapi, waktu keluar, pintunya beda. Semua pengunjung harus berputar jauh dari pintu masuk, melewati patung Suro dan Boyo dan kami harus berjalan kaki. Bayangin aja, panas-panas gitu dan bawa anak. Duh, bikin senewen!

Do’s and Don’ts

Ada beberapa hal yang dilarang di KBS. Pertama, memberi makan satwa. Kita nggak boleh bawa makanan sendiri dari luar untuk satwa. Ini membuat kami zonk, karena kami sudah bawa wortel sisa dari kunjungan ke taman safari yang gagal. Eeh, akhirnya petugas meminta kami untuk menitipkan satu kresek penuh wortel di bagian tiket.

Kalau mau memberi makan satwa, ada jadwalnya sendiri dan tidak setiap hari. Seingat saya, yang tiap hari itu monyet dan rusa. Kemudian, makanannya juga sudah disediakan oleh KBS dan dijual dengan harga 10 ribu per paket untuk makanan monyet dan rusa. Untuk jadwalnya, kamu bisa cek di postingan ini.

kebun binatang surabaya, kebun binatang surabaya saat pandemi, harga tiket kebun binatang surabaya, kondisi kebun binatang surabaya saat ini, satwa di kebun binatang surabaya, parkir mobil kebun binatang surabaya
Ini makanan buat monyet. Harganya 10 ribu per keranjang. Makanan yang buat rusa lebih sedikit wkwk

Kedua, tidak boleh piknik dan menggelar karpet. Ini dulunya lazim banget dilakukan orang-orang. Sekarang, sudah nggak boleh, nih. Jadi kalau mau makan, harus di food court atau duduk di kursi dan shelter yang disediakan. Lumayan banyak, kok, jadi kita nggak perlu khawatir.

Ketiga, harus mengenakan masker. Yaiyalah yaa.. walaupun kalau soal masker tetap saja ada yang bandel. Tetapi, jumlahnya tidak banyak. Selain itu, ini kan outdoor, ya, jadi risiko penularannya lebih minimal.

What I Like #1 KBS Sangat Bersih

Kebersihan KBS ini harus saya akui meningkat jauuh daripada ketika terakhir saya berkunjung saat SMA. Mungkin sekitar tahun 2009. Duh, udah lama banget, ya. Hehe. Tapi, ibu saya yang sempat ke KBS pada tahun 2018 pun juga mengatakan hal yang serupa. Ada banyak yang dibenahi, kebersihan, tata letak, kandang, denah, dan penambahan area foto. Box sampah mudah ditemukan, begitu pula wastafel untuk mencuci tangan. Kalau sudah begini, kita juga harus mendukung dengan membuang sampah pada tempat sampah, ya. 

Oh, ya, KBS juga menyediakan jalur untuk bersepeda. Sepertinya ada jadwalnya sendiri, nih. Kamu bisa cek saja di Instagram PDTS Kebun Binatang Surabaya, ya. 

What I Like #2 Satwanya Lengkap

Banyak hal yang bisa kita saksikan di Kebun Binatang Surabaya, mulai dari satwa yang kecil sampai yang besar seperti gajah. Komodo, zebra, orang utan, kura-kura, penyu, aneka jenis ular, aneka jenis buaya, dan harimau putih juga ada. Namun sayang harimau putihnya bersembunyi saat kami ke sana. Area akuarium juga sangat sayang untuk dilewatkan karena kita bisa mengamati spesies ikan yang unik-unik. Pada jam dan hari tertentu, kita juga bisa memberi makan satwa, seperti kedua anakku yang memberi makan monyet dan rusa pada video di bawah ini.

Memberi makan monyet dan rusa di Kebun Binatang Surabaya

What I Like #3 Ada Area Perawatan Baby Animal

Saya sempat melewati ruangan khusus bayi satwa. Saya melihat ada bayi orang utan yang menggemaskan! Sayangnya area itu sepertinya tertutup untuk pengunjung. Saya juga melihat ada anak komodo di sana. Saya harap dengan begitu ada semacam upaya pelestarian yang dilakukan oleh KBS, ya.

What I Like #4 Ada Peluang untuk Adopsi Satwa

Ada beberapa kandang satwa yang memiliki papan pemberitahuan mengenai adopsi satwa. Adopsi satwa ini tidak jauh berbeda dengan adopsi hutan, di mana kita bisa menjaga satwa sebagaimana anak sendiri. Caranya, sepertinya dengan donasi. Saya juga melihat adanya papan adopsi satwa saat ke Kebun Binatang Serulingmas di Banjarnegara.

What I Like #5 Fasilitas Umumnya terjaga

Sebetulnya, akses toiletnya tidak banyak. Yang saya tahu, toilet di KBS ada di dekat masjid, dekat dengan area monyet. Tempatnya agak nyelempit begitu. Awalnya saya was-was dan menyiapkan diri dengan kondisi toilet yang kotor. Rupanya saya salah total. Toiletnya cukup bersih, ada penjaga seorang ibu-ibu yang ramah sekali. Selain di dalam KBS, toilet lain ada di area parkiran mobil. Saya sih tidak menyarankan di sana. Besar kemungkinan toiletnya lebih pesing karena digunakan oleh umum.

Ada fasilitas umum lain seperti masjid dan perpustakaan yang juga cukup terjaga kebersihannya. Ini hanya saya amati dari luar, ya, karena saya tidak sempat masuk ke perpustakaan dan masjid. Saya rasa, poin CHSE (cleanliness, healthy, safety, and environment) ini penting banget untuk diterapkan oleh semua area wisata selama pandemi corona. 

Area duduk dan area foto juga sudah cukup banyak, sehingga pengunjung tidak perlu berkerumun dan antre terlalu lama. Ada food court atau pujasera dan tenant toko mainan. Lumayan buat membuat anak-anak merengek hehehe.

What I Dislike: Beberapa Kandang Satwa Kurang Luas

Kendati saya cukup puas berkunjung ke KBS, ada satu hal yang membuat saya sedih, yakni kondisi kandang satwa. Ini tidak untuk semua satwa, ya. Ada beberapa area yang menjadi daya tarik utama seperti monyet dan rusa, itu area bermainnya cukup luas. Ada pula kandang gajah yang juga sangat menyenangkan untuk dilihat, terutama kalau kamu sedang beruntung menyaksikan mereka mandi. 

Tapi, ada satwa yang tidak terlalu beruntung seperti buaya irian, ikan yang buesar banget di samping pintu akuarium (saya lupa nama ikannya), dan kura-kura. Saat saya berkunjung ke sana, buaya irian yang sepertinya sedang hamil karena perutnya besar, kandangnya sangat sempit. Tidak seperti spesies buaya lain seperti buaya muara yang kandangnya lebih luas dan bahkan ada jembatan yang bisa kita lewati di atasnya. 

Ikan raksasa di akuarium juga airnya surut, kolamnya seukuran kolam renang untuk anak-anak. Begitu pula untuk penyu dan kura-kura. Saya senang sekali melihat ada banyak penyu dan kura-kura. Di kandang penyu, ada area berpasir yang cukup representatif dan seperti di pantai. Sepertinya itu berfungsi untuk meletakkan telur penyu. Tetapi, kolamnya sangat kotor. Kolam kura-kura, yang terletak di seberang kolam ikan raksasa, juga menurut saya sempit untuk kura-kura yang agak banyak dan besar. 

Barangkali memang ini menjadi salah satu kendala, ya. Karena KBS ini kan termasuk kebun binatang yang sudah tua dan lama sekali. Beberapa bangunan dan kandang juga masih memertahankan area yang lama. Pasti butuh biaya dan perawatan yang tidak sedikit untuk merelokasi satwa. Ini saja menurut saya sudah cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir.

Kita doakan dan bantu dukung saja terus agar KBS bisa menjaga dan memperbaiki kualitas. Kita sebagai pengunjung juga harus membantu, nih, dengan menjaga kebersihan area wisata dan tidak menyakiti satwa.

Itu tadi cerita singkat keluarga saya ketika berwisata ke Kebun Binatang Surabaya saat pandemi. Apakah kamu pernah ke sini? Bagaimana pengalamanmu? Yuk, cerita di kolom komentar.

27 tanggapan pada “Berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya saat Pandemi”

  1. Pingback: Wisata di Banjarnegara yang Asyik untuk Keluarga

  2. wah, anak-anak pasti seneng banget diajak wisata ke kebun binatang.
    kalo di surabaya ramai atau masih sepi mba?
    aku belum berani ke kebun binatang, kayaknya di jakarta mulai ramai pengunjung

  3. Aku trakhir ke KBS sekitar 4 th lalu kayaknya mba
    yap, memang KBS makin terawat.
    Alhamdulillah, karena arek2 Suroboyo “cerewet” 😀 Jadinya manajemen KBS makin berbenah

  4. Dulu pernah ke Surabaya tapi belum dengar ttg KBS .. sudah lama sih, sekitar tahun 1999. Semoga nanti kalau ada kesempatan dan rezeki ke Surabaya bisa main ke sana.

  5. Ahhh, ada adopsi satwa juga tuuh, trus makanan buat monyetnya rapiih dan murmer juga 10k.
    BTw aku udah lamaaaa ga pernah main ke kebin binatang, jjadi kangen juga yaa main2 melihat satwa2. Noted ahh, kalo ke Sby, pengen mampirr juga.

  6. Paling seneng kalau pergi ke kebun binatang yang bersih seperti KBS. Soalnya ada beberapa kebun binatang yang minim tempat sampah. Jadi wisatawan buang sembarangan deh sampah kemasan mereka.

  7. Wah…KBS sekarang jauuh lebih baik yaa, kak.
    Aku belum ke KBS lagi sejak terakhir anak pertamaku masih bayi. Itu kondisinya pas masih konflik…duh, bener-bener gak nyaman saat berkunjung karena aku dorong kereta bayi kan….

    Alhamdulillah,
    Kini lebih baik dan lebih baik lagi plus harganya semakin terjangkau.

    Semoga satwanya sehat-sehat dan gembira semua…termasuk yang mengurus satwa di KBS.

  8. Wah seru banget ya jalan-jalan ke kebun binatang surabaya, tempatnya bersih dan nyaman, koleksi hewannya banyak dan harga tiket terjangkau, pengen deh bisa ke sana, seru banget kayaknya

  9. Dua tahun lalu terakhir mampir je Surabaya pas dari Malang, tapi ga sempat ajak anak main ke KBS soalnya waktunya mepet.

    Btw Surabaya emang makin ciamik dwngan taman-tamannya, saya suka dengan ruang publik gratis bisa diakses semua keluarga

  10. Terus terang, saya iri loh mba sama Surabaya eh sama warga Surabaya. Mereka bebas berwisata di tengah kota. Kalau di daerah saya, mesti ke luar kota dulu deh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *