Mengenal Lahan Gambut Indonesia, Spons Dunia dan Penjaga Hidup Kita

Bacaan tentang lahan gambut Indonesia yang baru-baru ini saya lahap membuat saya mengingat kembali beberapa kabar memilukan yang saya baca tentang kondisi lingkungan. Hanya dalam beberapa hari saja sejak awal bulan Agustus, lho. Pertama, kebakaran di Turki. Kedua, kebakaran di Yunani akibat gelombang panas, menjadi peristiwa bencana kebakaran terparah dalam sejarah. Ketiga, padang savana di Pulau Komodo yang hangus.

Bersamaan dengan itu, BBC meliput laporan terbaru yang dirilis oleh PBB. Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejak tahun 1970, suhu permukaan global telah meningkat lebih cepat daripada periode 50 tahun lainnya selama 2.000 tahun terakhir. Pemanasan ini sudah mempengaruhi banyak cuaca dan iklim ekstrim di setiap wilayah di seluruh dunia. Dengan begini, sangat mungkin bencana yang sama akan terus terjadi di berbagai wilayah lainnya.

Yang menyedihkan adalah cuaca ekstrem tersebut pada akhirnya kembali ke kita sebagai korbannya. Selain itu, tentu saja lingkungan yang menyuplai hidup kita dan para satwa yang tinggal di dalamnya. 

Memang keadaan dapat memburuk, akan tetapi, aksi kita juga bisa kita tingkatkan. Salah satunya yang paling gampang adalah terus membangun kesadaran dan mengonsumsi kabar terbaru tentang lingkungan. Sebetulnya, ada banyak sekali hal-hal yang belum kita gali tentang penyelamatan lingkungan, tentang lahan gambut misalnya.

Saya sendiri baru mendengar lahan gambut ini saat kuliah. Saat itu, kami sedang mengkaji berbagai aturan tentang lahan gambut yang ternyata juga belum banyak dan konsisten implementasinya. Sekarang, saya ingin menulis hal yang lebih ringan di blog ini. Hal-hal sederhana saja tapi berbobot, seperti sebuah fun fact lahan gambut. Tahukah kamu kalau lahan gambut meskipun jumlahnya sedikit (sekitar 3% saja) tetapi bisa menyerap 550 gigaton karbon. Sementara untuk lahan gambut di Indonesia, mampu menyimpan 53-60 gigaton karbon.

Dari sini saja sudah ada bayangan ya seberapa berharganya lahan gambut kita ini. Kamu bisa terus baca tulisan ini untuk menggali lebih banyak tentang lahan gambut Indonesia.

Lahan Gambut Indonesia, Spons Dunia yang Sangat Menopang Hidup

Sebelum lebih jauh, saya ingin memberi pengertian tentang gambut agar kita bisa satu ritme. Menurut Pantau Gambut, gambut adalah lahan basah yang terbentuk dari timbunan materi organik yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan dan lumut, serta jasad hewan yang membusuk. Timbunan ini kemudian menumpuk selama ribuan tahun dan membentuk endapan yang tebal. 

Lahan yang basah dan banyak mengandung karbon di bawahnya adalah karakteristik gambut yang ideal. Oleh karena itu, gambut mudah ditemukan di area genangan air seperti rawa, cekungan, di antara sungai, hingga pesisir.

Apabila kita mengenal unta sebagai binatang yang pandai menyimpan cadangan air, di bumi, ada pula gambut yang pandai menyimpan karbon. Gambut memiliki dua kali lebih banyak karbon dari hutan tanah mineral yang ada di seluruh dunia. Inilah alasan gambut sering dijuluki sebagai spons dunia. 

Gambut memiliki 4 tingkat kedalaman. Mulai dari Gambut Dangkal, Gambut Sedang, Gambut Dalam, dan Gambut Sangat Dalam. Tingkat kedalaman ini menentukan jumlah kandungan karbon dan jenis tanaman yang dapat hidup di ekosistem tersebut. 

kondisi lahan gambut indonesia
(Sumber gambar: materi Ola Abas dari PantauGambutID pada Event Eco Blogger Squad, Agustus 2021).

Di dunia, Indonesia bukanlah satu-satunya yang memiliki lahan gambut. Posisi Indonesia berada di peringkat ke-4 dengan lahan gambut seluas 15-20 juta hektare. Yang pertama ada Kanada, Rusia, kemudian Amerika Serikat. Meskipun “hanya” di posisi ke-4, lahan gambut Indonesia merupakan rumah dari 30-40 ribu spesies pohon tinggi. Ini sudah sebanyak 13-15% dari 258.650 spesies pohon tinggi yang tercatat di dunia.

Selain itu, gambut Indonesia juga menjadi habitat asli 35 spesies mamalia, 150 spesies burung, dan 34 spesies ikan. Beberapa fauna yang ada di gambut Indonesia merupakan spesies endemik. International Union for Conservation of Nature (IUNC) pun turut melakukan perlindungan dengan memasukkan beberapa jenis satwa dalam pendataan. Sayangnya, ada beberapa fauna di gambut Indonesia yang masuk ke dalam red list IUNC seperti buaya senyulong, langur, orang utan, harimau sumatera, beruang madu, dan macan dahan.

Posisi keempat juga sudah cukup berkontribusi untuk menjadi surga karbon dunia. Sebab, lahan gambut Indonesia menyimpan setidaknya 53-60 miliar ton karbon dan membuat kawasan lahan gambut Indonesia sebagai salah satu kawasan utama penyimpan karbon dunia. Kemampuan ini satu tingkat di bawah hutan hujan Amazon yang dapat menyimpan 86 miliar ton karbon.

Keunikan lainnya ada pada lahan gambut yang terletak di Kalimantan. Terdapat penelitian yang menyebutkan lahan gambut tropis tertua di dunia berada di pedalaman Kalimantan. Peneliti memperkirakan lahan gambut ini telah terbentuk sejak 47.800 tahun yang lalu. Lahan gambut di Kalimantan ini juga memiliki lapisan yang sangat dalam, yakni 18 meter. Ketinggian ini setara dengan bangunan tinggi 6 lantai.

Kemampuan Lahan Gambut untuk Membahagiakan Kita

Apa sih yang bikin kita bersyukur dan bahagia hari ini? Dalam kondisi pandemi seperti ini, rasanya menjadi hidup adalah satu hal yang kita amini. Dapat menghirup udara segar, makan cukup, dan alam yang terjaga, sudah dapat membuat hidup kita bahagia lahir batin. 

Dengan karakteristik yang luar biasa seperti ini, dapat kita bayangkan lahan gambut memiliki sejumlah peran yang penting untuk kehidupan kita. Beberapa peranan lahan gambut yang tak ternilai adalah:

Mengurangi dampak bencana banjir dan kemarau. 

Daya serap gambut yang tinggi membuat gambut berfungsi sebagai tandon air. Gambut dapat menampung air sebesar 450-850% dari bobot keringnya. Dengan karakter tanah yang pandai menyerap air, gambut dapat mengurangi beban bencana banjir di area sekitarnya. Pada musim kemarau, ketika tanah lebih kering, gambut dapat lebih mendinginkan area karena dia memiliki cadangan air yang melimpah.

Menunjang perekonomian masyarakat lokal.

Flora dan fauna yang hidup di lahan gambut sangat beragam. Beberapa diantaranya cenderung termasuk satwa eksotis karena kaya warna dan unik. Banyak masyarakat lokal di sekitar gambut yang memanfaatkan beberapa satwa untuk menjadi salah satu sumber pangan dan hasil lahan gambut non-kayu untuk pendapatan.

Habitat untuk perlindungan keanekaragaman hayati.

Di atas telah saya sebutkan bahwa terdapat 13-15% spesies pohon tinggi yang ada di gambut Indonesia. Fauna yang eksotis pun ada banyak tinggal di lahan gambut, salah satunya yang sangat terkenal adalah orang utan. Orang utan ini tidak ada di daerah lain dan merupakan satwa endemik di Kalimantan. Flora dan fauna yang tinggal di lahan gambut ini juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan hidup ekosistem gambut lainnya.

Lahan gambut menjaga perubahan iklim.

Menjaga kebutuhan karbon, air, rumah bagi flora dan fauna, hingga mengurangi dampak bencana alam adalah kelebihan lahan gambut. Dengan demikian, terlihat pula bahwa lahan gambut sangat berperan untuk menjaga perubahan iklim. Namun, apabila lahan gambut terganggu atau mengalami alih fungsi, karbon yang berada di dalam lahan gambut dapat terlepas ke udara dan menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca. Inilah mengapa kebakaran di lahan gambut selalu mengkhawatirkan dan menjadi atensi banyak pihak. 

lahan gambut indonesia saat ini
(Salah satu satwa eksotis yang memiliki habitat di lahan gambut Kalimantan. Doc: Indonesia.go.id)

Eksotisme Flora dan Fauna Lahan Gambut

Apabila dibandingkan dengan lahan di hutan hujan tropis, keanekaragaman vegetasi di lahan gambut terbilang lebih rendah. Namun, lahan gambut memiliki karakter spesies yang lebih tinggi daripada ekosistem lahan kering pada zona biogeografi yang sama. Keanekaragaman ini berkaitan dengan jenis lahan gambut. Keanekaragaman vegetasi yang paling beragam terletak pada lahan gambut yang dangkal dan sering disebut mixed forest. 

Selain flora, fauna di lahan gambut adalah yang paling menarik buat saya. Saya selalu tertarik dengan orang utan, satwa endemik yang habitatnya berada di lahan gambut. Setiap saya berkunjung ke kebun binatang lokal seperti di Banjarnegara dan Surabaya, saya selalu berlama-lama memandangi orang utan dan mengamati tingkah mereka yang unik. Terkadang, ada rasa iba pada hati saya karena saya sebetulnya lebih suka mereka kembali ke habitat, tidak terpisah dan menjadi tontonan banyak orang di kebun binatang. Namun, karena alasan edukasi, hal ini sering menjadi pemakluman. 

Satwa-satwa di lahan gambut ini sangat berperan menjaga ekosistem. Ketika keseimbangan di lahan gambut terganggu, misalnya karena adanya alih fungsi lahan atau lahan yang sengaja dibakar, para satwa ini kehilangan tempat tinggal dan makanan. Akibatnya, mereka jadi mendekat ke daerah manusia bahkan ada pula yang memangsa manusia. Interaksi manusia yang meningkat dengan satwa ini juga berpotensi menimbulkan pandemi pada kemudian hari. Istilah ini umum disebut sebagai zoonosis yang pernah saya tulis juga beberapa waktu lalu.

Kondisi Lahan Gambut Indonesia Saat ini

Kamu pasti pernah dengar bencana kabut asap, dong? Bencana ini seperti bencana tahunan yang menyebalkan. Saya kesal karena bencana ini bukanlah bencana alam murni, melainkan ada campur tangan manusia yang sengaja membakar. Parahnya, lahan gambut yang terbakar akan susah padam karena api terus masuk ke dalam tanah dan hanya asapnya saja yang tampak. Ini membuat tindakan penanganan pasca kebakaran di lahan gambut menjadi terhambat.

Berbagai pihak terus mengupayakan perlindungan untuk lahan gambut. Perlingungan ini datang melalui langkah hukum, politik, hingga sosial melalui peningkatan kesadaran oleh berbagai pihak. Namun, sepertinya upaya ini masih belum cukup karena pada tahun 2019 lalu, luas lahan gambut Indonesia tercatat berada pada angka 13,43 juta ha. Angka ini turun sebanyak 1,5 juta ha dibandingkan pada tahun 2011 lalu yakni 14,93 juta ha.

kebakaran lahan gambut indonesia
(Sumber gambar: materi Ola Abas dari PantauGambutID pada Event Eco Blogger Squad, Agustus 2021).

Alih fungsi lahan gambut terjadi karena adanya penebangan skala besar untuk mengosongkan lahan. Setelah itu, ada pembuatan kanal-kanal untuk mengeringkan lahan. Akibatnya, permukaan lahan turun dan fungsi lahan gambut sebagai spons penyerap air menjadi hilang. Kondisi ini terjadi salah satunya karena masih ada anggapan bahwa lahan gambut adalah lahan yang percuma. Anggapan ini seolah menghalalkan agar lahan gambut boleh dikeringkan dan dialihfungsikan.

Kebanyakan pengalihfungsian ini untuk kepentingan pertanian dan perkebunan. Ini tentu berbahaya dan perlu kita cegah bersama, sebab, gambut yang kering menjadi mudah terbakar. Dan seperti yang saya tulis sebelumnya, karbon di dalam gambut sangat melimpah, kalau semuanya mabur ke udara, akan menimbulkan dampak emisi karbon yang besar. Bencana seperti ini pernah terjadi ketika kabut asap tahun 2015 dan dengan cepat Indonesia pun menjadi sorotan dunia.

Sejumlah bencana selain kabut asap juga masih dapat mengintai. Sebut saja banjir karena spons alami telah hilang atau berkurang, kebakaran hutan, pencemaran tanah, terganggunya aktivitas akibat kabut asap dan berbagai kemungkinan penyakit yang muncul, serta berkurangnya flora dan fauna di Indonesia.

Penutup

Solusi yang dapat kita upayakan adalah mendukung adanya restorasi gambut yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dan menyejahterakan masyarakat. Upaya ini berlangsung melalui tiga tahap, yakni pembahasan, penanaman ulang, dan merevitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

Sebagai masyarakat umum, yang dapat kita lakukan adalah terus berisik dan menyebarkan awareness tentang lahan gambut. Apabila kamu tinggal di sekitar lahan gambut, kamu bisa turut mengawasi kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah daerah. Jika kamu sedang menempuh studi yang berkaitan dengan perlindungan gambut, kamu bisa mengambil penelitian tentang lahan gambut untuk memperkaya perspektif dan studi.

Bagaimana dengan kamu, apakah wawasan ini baru untukmu atau kamu sudah mengenal lahan gambut sebelum membaca tulisan ini? Coba ceritakan pengalaman kamu di kolom komentar, yuk.

38 tanggapan pada “Mengenal Lahan Gambut Indonesia, Spons Dunia dan Penjaga Hidup Kita”

  1. Lahan gambut ini sangat penting untuk dijaga kelestariannya agar mengurangi dampak bencana banjir dan kemarau.

    Sedih jika sering mendengar ada kebakaran hutan. Setelah membaca artikel ini, baru paham kalo ada campur tangan manusia demi membuka lahan baru. Artikel semacam ini bisa membuka pemahaman masyakarakat akan bahaya bencana yang terjadi.

  2. butuh waktu lama yaa buat membentuk lahan gambut, tapi ternyata kondisi nya lagi ga baik-baik aja nih, ada lah yang kebakaran ada lah yang dikeringkan dan ternyata semua itu dampaknya buruk buat ekosistem, flora, fauna juga buat manusia. Semoga nih makin gencar edukasi buat pelestarian gambut yaa biar makin banyak orang tau pentingnya lahan gambut

  3. Kalau bukan kita siapa lagi kan yang bisa menyelamatkan lahan gambut ini dari tangan2 yang tidak bertanggung jawab. Kelestarian lahan gambut akan membuat bumi ini aman dari berbagai dampak negatif tentang lingkungan, bahkan ekosistem yang ada didalamnya juga ikut terlindungi. Jadi mari kita bergandengan tangan terus mengupayakan agar lahan gambut ini tidak dijamah oleh tangan2 yang tidak bertanggung jawab.

  4. Yang paling ngeri kalo lahan gambut di Indonesia ini terus menerus dikeringkan dan melepas karbon yang ada di dalamnya, ngga kebayang akan ada berapa makhluk hidup yang tersakiti, termasuk gimna ntar manusia bisa bertahan dari naiknya suhu bumi

  5. Yuk jaga spons dunia ini, agar lahan gambut kita tidak tergerus. Pelestarian ini memang perlu berkelanjutan dan saling mendukung satu sama lain

  6. Bener kak kayak SPONGE yaa, beberapa daerah di tempat ku memiliki lahan yang seperti ini. Seneng sih daerahnya sejuk, banyak tumbuhan dan hewan. Tapi disayangkan sering terjadi kebakaran, Alhamdulillah tahun ini sih belum mendengar ada kebakaran lagi (maklum biasanya langganan gitu), semoga tidak ada lagi berita kebakaran di Lahan Gambut di Indonesia ya. Amiin

  7. Lahan gambut di Indonesia semakin berkurang gara” proyek pemerintah yg kurang memperhatikan alam. Padahal lahan gambut penting banget bagi kehidupan flora dan fauna. Rusaknya lahan gambut disebabkan hukum agraria indonesia tidak tegas dalam hal penggunaan lahan.

  8. Artha Nugraha Jonar

    Aku pernah dengar mengenai kebakaran lahan gambut itu. Ternyata banyak banget manfaat dari lahan gambut untuk ekosistem di sekitarnya

  9. benar banget sih mbak, semakin sedih kalau baca update berita ttg kondisi alam akhir akhir ini.. soal gambut ini aku baru tercerahkan juga nih abis baca tulisan mba nabila, jadi gambut punya peran yang bagus ya untuk alam..

  10. Udah tau gambut sebagai spons dunia, sudah seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik ya, bukan malah sebaliknya. Apalagi di Indonesia lahan gambut sangat luas. Seharusnya diperbanyak artikel-artikel yang mengangkat tema lingkungan, biar bisa menambah wawasan baru bagi pembaca di mana pun berada.

  11. Miris banget terhadap pemerintah yang masih abai mengelola lahan gambut. Padahal lahan ini sangat diperlukan untuk kelestarian flora dan fauna kita. Kalau tidak kita lestarikan sekarang, gimana anak cucu kita nanti akan melihat keanekaragaman hayati yang selama ini sangat kaya?

    Jangan2 benar nih prediksi 2100 kiamat. Hehehe..

  12. Banyak ya manfaat dari lahan gambut ini terutama untuk keseimbangan alam, tapi dengan mudah dapat dirusak lewat pembakaran hutan, sedih juga dengernya apalagi lahan gambut juga sekarang banyak didirikan rumah dan infrastuktur membuat luasnya jadi berkurang.

  13. Jujurly aku awalnya juga mikir gambut ini cuma biang kerok karhutla, tapi makin ke sini dan habis baca artikel ini, jadi paham kalau manfaat gambut untuk kehidupan sangat luar biasa. Memang kudu butuh banyak campaign dan ajakan restorasi gambut, termasuk melindungi satwa-satwanya yah kak

  14. Menjaga lahan gambut sama saja dengan menjaga keberlangsungan hidup berbagai jenis flora dan fauna. Apalagi di zaman sekarang, di mana banyak flora fauna kita yang semakin langka karena terus menyusut jumlahnya. Informasi berguna seperti ini harus lebih banyak diketahui oleh masyarakat awam.

  15. aku tuh merasa masih jarang banget ya edukasi soal lahan gambut, dan ternyata kondisi ga baik-baik aja lahan gambut di Indonesia sekarang ini, karena emang dikeringkan buat lahan produktif lainnya ya. Padahal lahan gambut tuh ga kalah penting manfaatnya sama lahan kering huhu. Mesti gencarin edukasi dan perketat aturan pengalihfungsian lahan gambut deh kayanya ya

  16. setuju niih, bagi yang tinggal di lahan sekitaran gambut, sudah saatnyaa kita juga ambil andil dalam menjaga lahan gambut Indonesia agar tidak semakin rusak dan membawa keburukan bagi ekosistem.

  17. Pingback: Dekarbonisasi di Indonesia dan Inspirasi dari Wakanda

  18. Masyarakat sebagian besar belum banyak yang mengetahui tentang banyaknya manfaat dari lahan gambut ini. Tulisan ini sangat edukatif, aku yakin bisa membuka wawasan lebih luas kepada masyarakat.

  19. Sebagai orang Jambi, kebakaran lahan gambut sering banget kejadian sehingga menimbulkan kabut asap berminggu-minggu. Sedih banget masih ada oknum egois membuka lahan dengan cara sembarangan sehingga merugikan orang banyak. Semoga dengan semakin banyaknya edukasi dan literasi banyak juga pihak yang sadar pentingnya menjaga lingkungan dan alam kita.

  20. Saya senang ke lahan gambut, khususnya yang ada di Kalimantan
    Pernah ke sana meneliti beberapa kondisi air di sana
    Sayangnya umur pekerjaan di sana sangat pendek
    Andai saja masih terus, mungkin sudah buat jurnal soal gambut

  21. Dulu aku pernah liputan tentang kebakaran hutan dan ladang gambut. Sedih sih karena faktanya di lapangan nggak ada yang benar-benar tahu kenapa itu bisa terbakar. Dan sekalinya terbakar, sulit sekali memadamkan api dan baranya 🙁

  22. Baru tahu ternyata lahan gambut punya nilai yg sangat berharga bagi kehidupan. Sayangnya hanya gara2 keegoisan manusia yg serakah, mereka malah merusak alam dgn membakar lahan gambut untuk alih fungsi lahan. Sedih banget dengarnya, jadi banyak yg dirugikan. Nggak cuma flora fauna yg terkena dampaknya, pada akhirnya manusia juga yg paling merugi. Semoga ke depannya edukasi ttg lahan gambut ini lebih gencar, biar makin banyak orang tahu betapa penting dan berharganya lahan gambut yg kita miliki.

  23. Banyak kebakaran yang terjadi juga di luar dan dalam negeri membawa kita untuk prihatin. Sekaligus sadar bahwa bumi butuh perhatian. Supaya bisa tetap dinikmati oleh anak cucu kita nantinya

  24. Masya Allah. Ternyata sepenting itu ya lahan gambut bagi kehidupan. Menarik sekali mengetahui gambut ini bisa menyerap karbon dan memberikan banyak keuntungan bagi manusia, tapi kalau sampai terbakar (atau dibakar) bisa berbalik membahayakan. Bener-bener nih, manusia perlu lebih bijak dan berteman dengan alam.

  25. Aku baru tahu loh ternyata fungsi laham gambut begitu luar biasa. Baik mampu melindungi flora ataupun faunanya. Keseimbangan ekosistem ini lah yang seharusnya digencarkan pemerintah. Jadi tidak hanya sekadar membangun fisik tapi juga membangun mentalnya.

    Sikap masyarakat harus diubah untuk mendorong kelestarian alam ini.

  26. Kebetulan saya tinggal di Kalimantan, dan hampir setiap tahun selalu merasakan bencana Kabut Asap, terutama di musim kemarau itu lahan gambut maupun hutan di pinggiran kota sering terjadi kebarakan, dan sejak pandemi ini bencana kabut asap tidak kembali dan semoga tak pernah kembali

  27. Sebagai warga yang tinggal di kalimantan dan lahan gambut adalah hal yang sering kulihat dan bahkan sepertinya aku berada di sekitar lahan gambut, baru tau ternyata sepenting ini ya lahan gambut buat kehidupan sehari-hari. Kalau begini sih aku mendukung banget restorasi gambut agar ke depannya bencana-bencana bisa dikurangi

  28. Serem ya efek dari pengalihfungsian lahan gambut ini dan hingga sekarang pun masih banyak oknum tidak bertanggung jawab yang melakukannya. Sayangnya sekarang kok banyak anak SD yang tidak diberikan edukasi tentang lahan gambut, beda dengan saya dulu pas SD ada materi pelestarian alam, sedih banget.
    Salut buat mbak yang selalu menyuarakan pelestarian alam dan tulisannya selalu keren deh, inspiratif

  29. Euisry Noor (isrinur.com)

    Lahan gambut banyak banget manfaatnya ya. Suka sedih kalau ada kebakaran lahan gambut. Timbunan karbon jadi lepas ke udara
    Dulu pernah baca2 juga sih soal ini. Dengar2 ada juga oknum yg sengaja membakar lahan gambut :'(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *