Bunda Traveler

An Everlasting Journey
Luar Negeri

Wajib Tahu! 11 Hal Penting Untuk Persiapan Liburan Musim Dingin di Turki

21 Januari 2019

“Asyeeem, wenak e reeek entuk saljuuu!”

Begitu ucap suami setelah membaca itinerary perjalanan saya selama di Turki mulai dari tanggal 3 Januari sampai 11 Januari. Setelah membaca, dia langsung browsing dan melihat prediksi cuaca di Turki pada tanggal-tanggal segitu.

Buat sebagian besar makhluk tropis, pergi ke negara saat winter memang terlihat wah. Kerasa banget luar negerinya gitu ya. Tapi, sadar atau endak, pergi ke negara saat musim dingin itu banyak nggak enaknya juga, lho.

Pertama, cuaca nggak menentu. Bisa jadi cerah ceria, bisa jadi hujan salju, hujan deras, langit terlihat putih semua sampai nggak bisa dapet foto yang cakep. Kalau lagi jalan bareng travel yang jadwalnya padat gitu trus ndilalah cuaca lagi gak bersahabat, siap-siap aja gigit jari dan mengikhlaskan beberapa destinasi nggak bisa di datangi.

Kedua, bawaan PASTI berat. Kalo nekat backpackeran, bisa sih, dengan beberapa trik tertentu. Kalau buat bunda kayak saya yang baru 3 bulan lalu menjalani operasi SC, ya mana bisa bawa barang berat. Jadi sudah pasti saya bawa koper. Bawaan berat ini juga karena baju dan jaket tebal yah, meskipun beberapa brand sekarang sudah punya teknologi khusus yang memberikan kehangatan dengan ketebalan baju yang lebih berkurang.

Tapi jangan kuatir, saya akan mengupas beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk liburan musim dingin, khususnya untuk liburan musim dingin di Turki.

1. Riset.

Ini nomor satu yak, kamu perlu paham dulu negara yang kamu datangi, gimana suhunya saat winter, dan lain sebagainya. Saya baru dua kali merasakan musim dingin, pertama saat di Jepang tahun 2013. Musim dingin di Hiroshima, Jepang yang saya alami waktu itu termasuk fase “perkenalan”. Kebetulan, saya di sana saat musim gugur sedang tutup usia dan musim dingin yang baru saja menyapa.

Beruntung meski termasuk awalan saja, saya sempat mendapat guyuran salju tipis di pagi hari. “YUKIIII….” begitu teriak saya dan teman-teman yang heboh ngelihat salju tipis yang sebetulnya lebih mirip butiran es serut.

Pengalaman kedua, ya saat di Turki kemarin, saat pertengahan musim dingin dan kondisi salju sudah cukup tebal di beberapa daerah serta sesekali turun hujan. Nah, kedua negara ini beda karakternya. Bentar, jangankan beda negara, satu negara tapi beda kota aja sudah beda banget karakter cuaca saat musim salju. Di Inggris misalnya, seorang teman bercerita kalau dia tidak pernah mendapatkan salju saat 2 tahun tinggal di Manchester. Ya wajar sih, agak selatan ya bok, dan deket port juga. Di Turki, saat saya di Istanbul, saya kebagian nggak enaknya doang: hujan plus angin. Dinginnya jadi dobel dan nggak bisa dengan mudah mengabadikan momen yang bagus.

2. Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan sesuai kebutuhan.

Dulu, saya kalau lagi traveling, ibu pasti nggak absen bawain sekresek penuh obat-obatan yang sebetulnya nggak kepake (atau hanya kepake beberapa biji). Setelah saya nikah, baru sekali ini saya jalan-jalan tanpa ditemani suami, di negara musim dingin pula! Jujur aja saya sempat khawatir asma dan batuk sesak kambuh, tapi sudah bisa saya antisipasi dengan membawa vitamin dan beberapa Essentials Oil. Syukurlah, ndak ada cerita sakit selama 10 hari di Turki. Mungkin ini tanda-tanda saya mulai cucok hidup di negara 4 musim. Eeehh…

Saran saya, paling tidak bawalah tolak angin (saya sih nggak bawa, tapi sebagian besar orang Indonesia bawa ini), balsem penghangat tenggorokan seperti merk Vicks, obat flu, paracetamol, hansaplast, counterpain (atau merk sejenis), dan vitamin C. Di negara tujuan, sering seringlah minum jus jeruk atau jus delima sebagai sumber vitamin C alami. Oh ya, Tour Leader kami di Turki menyaranan juga untuk bawa Salonpas untuk dililit ke jari biar jemari tetap hangat.

Saya juga membawa breast pump untuk memompa ASI selama 4-10 jam sekali. Kalau kamu seorang bunda yang menyusui seperti saya, printilan pompa ASI pasti sudah gak asing ya. Ini jangan sampe lupa juga biar nggak repot dan nyeri selama jalan-jalan. Perlu juga siapkan spare part cadangan seperti valve, untuk jaga-jaga.

3. Jaket Tebal Bulu Angsa.

Kenapa bulu angsa? hangat, cyin! Banyak pilihan ya, mau yang tebel banget, tebelnya sedengan, ada kupluknya, berbulu, yang pendek (sepinggang) atau yang panjang sampai paha, bisa dipilih sesuai kebutuhan dan isi dompet masing-masing. Belinya dimana? Kalau di Surabaya, bisa muter di Tunjungan Plaza atau Pakuwon Mall (Thanks, Tika for this knowledge, secara eyke nggak doyan nge-mol!). Masuk ke Uniqlo, Zara, Mango, Bershka, H&M, dan lain-lain. Uniqlo sih favoritku karena harganya lebih murah dan dia punya jaket winter dengan teknologi light down yang bisa dilipat kecil dan ditenteng.

Kalau jaket bulu angsa milik saya satu-satunya ini sesungguhnya cuma sekitar 100ribuan. Saya belinya tahun 2011 di Pasar Minggu Pagi di Ijen Malang. Bekas? Iya, jelas! Ahaha soalnya saat saya beli jaket itu, saya memang belum punya budget untuk beli yang branded, mahasiswa gitu lhooo. Tapi kondisinya masih bagus banget dan cuma trobel di resleting aja serta langsung dibenerin ama penjualnya. Begitu sampai rumah, saya londri tuh jaket, biar wangi dan bersih lagi hehehe. Meski murah, jaket ini sangat berjasa nemenin saya kemana-mana. Ke China, Jerman, Jepang, dan Turki. Pernah juga ke USA saat dipinjam oleh teman saya.

Perlu bawa jaket berapa? Balik lagi, sesuai kebutuhan. Kalau saya kemarin, cuma bawa 1 jaket bulu angsa dan 1 autumn coat. Coat ini saya pakai saat berangkat dan saat di daerah yang tidak terlalu dingin. Perlu diingat aja batasan bagasinya berapa kilo dan pikirin juga kalo ada kemungkinan bawa oleh-oleh.

Autumn Coat

Harganya berapa dan belinya pas kapan? Here’s my advice: belilah saat diskon gede-gedean. Kapan itu? Akhir tahun mulai liburan Natal sampai tahun baru, bulan November (untuk dapat diskon awal yang juga cukup besar biasanya) dan Idul Fitri. Saya bisa dapat sepatu winter H&M dengan harga 150ribu (well, nggak stylish banget sih modelnya, tapi sizenya pas!) dan dapat long john Uniqlo yang Extra Warm dengan harga 200 ribu. Mayan, kan?

4. Long John, Legging, dan Manset.

Untuk perjalanan 10 hari kemarin, saya bawa 2 long john, 2 manset untuk ibu menyusui, dan 2 legging wudhu (legging yang menutup sampai mata kaki). Long john saya beli di Uniqlo, dan saya saranin untuk beli di sana sih, soalnya harganya miring plus tipis dan hangat karena dia punya teknologi heattech. Jadi nggak menuh-menuhin koper!

Strateginya, kalau lagi sangat dingin seperti di Cappadocia dan Ankara yang sampai minus 18 derajat, saya pakai baju 4 rangkap yang terdiri dari: beha, long john, manset busui, dan pakaian luar, dan jaket tebal. Eh, ini 5 ya?

Terus, bawahannya, saya selalu rangkap 2 yakni dalamnya pakai legging dan baru diberi celana jeans luaran. Oh ya, saya pernah pakai 3 rangkap di Cappadocia saking dinginnya! Kalau kamu punya budget lebih, saya sarankan untuk beli legging yang heattech sekalian.

5. Celana windproof.

Celana ini bisa diperoleh di Uniqlo, dalamnya dia ada bulu dombanya gitu dan buatku celana ini cukup hangat untuk musim dingin permulaan. Kalau sudah pertengahan, seperti yang aku alami di Turki kemarin, baiknya pakai legging heattech dan/atau legging wudhu dulu. Selain celana windproof, saya juga bawa 1 celana jeans.

6. Pakaian Dalam

Ini agak tricky ya. Saya bawa sekitar 5 beha, kadang saya cuci selama di hotel. Untuk celana dalam, saya juga bawa 5 dengan tambahan celana dalam sekali pakai atau disposable panty dan pantyliner. Dikit?

Gini, salah satu keuntungan musim dingin adalah kita lebih sedikit berkeringat atau bahkan nggak berkeringat sama sekali. Jadi baju nggak bau-bau amat. Tapi kalo dalemannya tetep dicuci ya gess, soalnya langsung bersentuhan sama kulit. Saat di hotel, saya hampir selalu kucek-kucek ala kadarnya dan saya keringkan pakai hairdryer. Langsung kering seketika! Wahahaha. Trus kalau pakai celana dalam, pakai pantyliner dulu. Kalau lagi dingin banget, pakai pantyliner, tempelin di disposable panty itu tadi, baru pakai celana dalam kain. Soalnya, asli, dinginnya sampe ke sono-sono!

7. Sepatu Boots dan Kaos Kaki.

Saya cukup kesusahan cari sepatu boots di Surabaya. Sebab, nggak banyak brand yang jual sepatu winter yang saya cari: dalamnya ada bulunya agar hangat, modelnya bagus dan nyaman, size 40 atau 41, trepes alias nggak ada hak-nya, sol-nya bergigi biar gak bikin licin, serta kalau bisa tahan air. .Sekalinya nemu di Zara, eeh di bagian anak-anak yang size paling gede adalah 38. Hadeeeh…

Akhirnya dapet di H&M setelah hampir 1 setengah jam muterin Pakuwon Mall lantai 1. Tapi ya gitu, modelnya biasa banget. Tapi yah, ya sudahlah, yang penting sizenya cocok, soalnya kaki saya lumayan gede. Selain itu, sebetulnya sepatu yang saya beli ini masih berpotensi mleseti atau bikin licin dan air rembesan saljunya bisa masuk sedikit kalau sepatu tertimbun salju.

Jika kamu punya waktu dan budget lebih, coba cari di Jakarta yang mungkin lebih banyak pilihan atau beli online, asal luangkan waktu untuk mengecek produk apakah sesuai dengan kebutuhan. Jadi kalau ndak cocok, masih sempat untuk diretur.

Untuk kaos kaki, selama 10 hari aku bawa 3 pasang kaos kaki. Dua diantaranya dengan teknologi heattech yang aku beli di Uniqlo.

8. Aksesoris: Beanie Hat, Syal, Inner Hijab, manset tangan dan kaki.

Fyi, aksesoris ini BUKAN sekedar untuk gegayaan. Iya sih, memang sangat membantu OOTD mu saat winter, tapi, sesungguhnya mereka juga punya fungsi maha penting. Saat musim dingin, kepala, leher, itu juga perlu banget dilindungi dari angin dan salju dan pelindungnya ya beanie hat ama syal gitu. Syal juga bisa digunakan untuk nutupin hidung biar nggak mimisan. Untuk cowok dan perempuan yang tidak berjilbab, bisa memakai penutup telinga juga agar tetap hangat.

Nutupin hidung pake syal biar ndak mimisan.

Inner hijab yang saya bawa adalah yang model ninja dengan bahan rajut. Sebetulnya ini punya ibuku, entah beliau beli dimana haha. Saya juga bawa yang model bandana rajut. Keduanya cukup menghangatkan daerah dahi dan leher.

Sementara manset kaki (sori saya lupa istilah fashionnya apa ya) berfungsi untuk menutup jalan angin masuk ke dalam sepatu dan bikin kaki makin dingin dan bikin kaki tetap hangat. Biasanya dipakai di sekitar betis. Sebagian besar aksesoris ini aku beli secara online kalau ndak salah nama tokonya Lucky88, syal yang agak tipis beli di Stroberi, ada juga yang dibelikan suami, dan ada juga yang beli di Uniqlo. Untuk syal, kupluk, dan sarung tangan, masing-masing aku bawa 2 pasang. Nah, kalau manset tangan, aku sempat beli dan bawa, tapi nggak terpakai karena sudah sangat tercukupi oleh….

9. Sarung tangan.

Kalau kamu di negara yang winter-nya biasa aja, beli yang bahannya rajut. Kalau di negara yang cukup ekstrim, beli yang punya teknologi heattech dan agak tebal. Kalau bisa, cari juga yang jari telunjuk dan jempolnya bisa touch screen karena bakal memudahkan kamu untuk motret pake hape. Kebayang nggak ribetnya kalo motret kudu membuka sarung tangan dulu? Keburu bekuuuu… Cuman, agak hati-hati setelah memakai sarung tangan ber-touch screen, karena jika setelah melepas trus langsung bersentuhan dengan elektronik (misalnya, memencet tombol lift) bisa dapet sensasi setruman kecil.

10. Perawatan wajah.

Yang wajib dibawa adalah lipbalm dan pelembab muka. Apapun mereknya deh. Kalau bawaan saya ini:

Perawatan wajah saat liburan musim dingin.

Papaw Ointment saya gunakan untuk melembabkan kulit muka yang kering dan saya gunakan sebelum pake lip matte. Karena saya nggak rutin-rutin amat pakai skinker-an dan nggak pakai krim dokter, pelembabnya saya pakai sunscreen. Di malam hari, saya pakai krim malamnya Hada Labo dan sesekali saya selingi pakai Laneige sleeping mask yang Lavender. Tiap malam saya juga melembabkan bibir pakai Papaw Ointment. Buat saya yang punya kulit muka berminyak dan anti ribet, ini sudah sangat cukup.

Ada seorang ibu yang heran lihat muka saya yang nggak terlalu kering dan mengelupas. Dia tanya saya pakai apa, saya tunjukin Papaw Ointment. Eh beliau nggak paham ama tuh produk. Pas saya tanya, njenengan pakai apa, Bu? Beliau jawab: krim dokter. Nah, kadang nih, krim dokter Indonesia belum tentu bisa kompatibel ama kondisi di luar negeri. Konsultasikan dulu aja ya sebelum berangkat.

Saya sarankan juga untuk tidak membawa make up berlebih seperti foundie dan blush on. Soalnya, bikin muka makin berat. Lagipula, biasanya kalau musim dingin, pipi kita tuh memerah dengan sendirinya. Aih, khumairaaaa…

Blush on alamiiiii…

11. Payung

Please, jangan lupakan yang satu ini! Musim salju itu juga identik juga dengan hujan. DI Istanbul kemarin misalnya, selama 2 hari disana diawal Januari, selalu ada hujan yang nyaris turun sepanjang hari. Kalau lagi keliling, asli bikin nggak nyaman. Di sana bakal ada orang jualan payung sih, tapi tentu harganya lebih mahal. Lebih enak bawa payung lipat dari rumah, kan?

Nah, itu tadi 11 hal yang perlu kamu ketahui sebelum memulai liburan musim dingin di Turki atau di negara impian kamu. Untuk strategi packing ala saya, insya Allah saya post di artikel selanjutnya, ya. Mau diskusi atau tanya-tanya? Boleh yuk nulis di kolom komentar 🙂

  1. Wah komplit banget ulasannya, jadi nambah pengetahuan lagi nih. Ngebayangin dinginnya di sono, duh kalo aku nggak bakalan tahan mungkin, karena memang nggak tahan dingin. AC 23 derajat aja kadang udah kedinginan hahaha.

  2. Aku naksir sepatunyaaaaa! aaaak! mantelnya jugaa! syalnya dan kupluknyaa! wkwk. Kostum winter itu selalu menggodaku buat beli. Tapi yaa belum berkesempatan ke LN. Mudah-mudahan Allah kasih rezeki tahun ini bisa ngerasain jalan-jalan ke LN. hehe

  3. Aku naksir sepatunyaaaaa! aaaak! mantelnya jugaa! syalnya dan kupluknyaa! wkwk. Kostum winter itu selalu menggodaku buat beli. Tapi yaa belum berkesempatan ke LN. Mudah-mudahan Allah kasih rezeki tahun ini bisa ngerasain jalan-jalan ke LN. hehe. Apalagi turki, duh, aku gefans sama erdogan!

  4. Komplit banget nih ulasannya. Semoga suatu saat diriku bisa berkesempatan mempraktekkannya. Aamiin 1000X. Dan salah satu poin yg nggak boleh terlupa, kalau nggak nemu sepatu winter yg dicari, jgn lupa ngecek ke bagian anak2. Soalnya kakiku kecil hehehe…

  5. Mba nab, baru aja notice pipi mu jadi merah2 hehehe bayangin di salju gitu jangan2 makeup ikutan beku di muka 🤣 . btw artikel ini ak bintangin yaaa, pengen banget main salju tapi ga tau kapan dan dengan cara apa, semoga ada lagi cara cara Allah yg ngasi jalan kesana Aamiin (monmaap norak hehe) 😋

  6. Lengkap banget ini mba persiapannya. Kebayang winter pasti dingin sangat, malem di bandung aja dinginnya udah bikin menggigil apalagi disana 😀 tapi penasaran deh merasakan salju.

  7. Catet deh kalau mau musim dinginan di luar. Aku dinginnya Indonesia aja suka bersin2. Kudu ekstra persiapan karena aslinya emang kurang tahan dingin

  8. Wuih, lengkap nget infonya Mba. Btw keknya banyak rekomen beli barang di Uniqlo ya. Aku jarang sih cuci mata di sana, karena mayan jauh juga lokasinya dari rumah. Tapi pas baca ini jadi pengen hunting barang barang juga di sana, hihi

  9. Ya Allah Mbak… ini aja masih pritilan punyamu aja ya Mbak. Apalagi kalau bawa anak kecil. Pantesan sih kapan hari baca statusnya Mak Olen. Kalau jalan-jalan ke luar negeri pas musim dingin itu bisa lebih banyak yang harus disiapin.

  10. Wah jadi inget anakku Mba yg lagi sekolah di Turki. Memang sekarang sedang musim dingin di sana ya.. Katanya skrg suhunya minus tujuh belas derajat. Jaket nya memang khusus bukan sembarang jaket. Bagus nih infonya buat yg mau ke sana di musim dingin.

  11. Mbak, long john di Uniqlo cuma dapet bajunya aja ya, nggak sama bawahannya? Ohya btw, 1 lagi yang bisa melengkapi: bawa Vaselilne Pteroleum Jelly. Aku selalu pakai Vaseline setiap sehabis mandi. Enak bisa melembabkan kulit, karena pas winter kan kulit suka kering. 🙂

  12. Mbak kalo di total semua perlengkapan yang dipake utk musim dingin di sana berapa ya? Gausah ke luar negeri juga saat ini di Indonesia lagi hujan dan dingin banget

  13. Aih senangnya bisa ke Turki, kapan Allah kasih aku kesempatan ke sana? Moga Allah segerakan rejekinya aamiin. Sekarang pelajari dulu ya mba persiapannya kalau di sana m usim dingin, makasih infonya

  14. Kudu banyak juga ya persiapannya kalau mau jalan2 pas musim dingin gitu.
    Jadi inget, dulu udah bawa segala macam baju hangat pas perjalanan dinas ke Jerman. Eeehh…di sana ternyata pas panas cuacanya 😀 zonk deh. Akhirnya yang kepake ya cuma celana jean dan kaos aja.

  15. Aku juga tidak lupa membawa suns creen karena ga tahu cuaca di lokasi akan sekeras apa.
    Trus pakaian dalam sekali pakai pernah disaranin tapi kok malah jadi limbah menurutku. Setuju, Mbak?

  16. Sungguh aku iri liat foto fotomu. Aku belum oernah ke turki atau ke negara dingin lainnya. Tp baca postinganmu bikin aku berafirmasi, rezeki dari Allah kan ga ada yg tau hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *