Itulah celetukan teman SMA saya yang saat itu belum menikah. Dia bilang begitu kepada saya saat kami tak sengaja berjumpa di sebuha cafe. Saya kebetulan di sana sendirian, sedang menulis konten untuk sebuah brand. Mungkin dia mengira saya nongkrong nggak jelas, padahal saya sedang menghadap laptop dan menjalankan bisnis online dari rumah.

Pernah juga ada temannya ibu saya yang bertanya-tanya, apa pekerjaan saya sekarang. Saya hanya menjawab, “Saya bekerja dari rumah aja, Bu. Enak bisa ngurus anak-anak,” lalu Si Ibu terlihat kebingungan. Sekarang saya yang heran, apa orang-orang ini mengira bekerja itu harus berseragam? Apa masyarakat kita belum familiar dengan bekerja dari rumah dan berbisnis online?

Padahal, pandemi ini sudah “menormalkan” aktivitas bekerja dari rumah. Kok, ya masih saja ada yang belum paham dan malah menuduh kalau orang tersebut ngepet karena tidak pernah keluar rumah tetapi tetap berpenghasilan, paket nggak pernah sepi, sering beli makanan, dan kalau siang tidur karena sering bekerja pada malam hari. 

bisnis online dari rumah, ide bisnis online, ide bisnis online terbaru, bisnis sewa mainan, membuat website, program afiliasi terbaik
bisnis online dari rumah, ide bisnis online, ide bisnis online terbaru, bisnis sewa mainan, membuat website, program afiliasi terbaik

Daripada curiga sana sini, lebih baik Buibu Pakbapak sekalian saya edukasi. Kebetulan, saya pelaku bisnis online sejak tahun 2014 hingga saat ini. Pekerjaan tidak jelas ini, alhamdulillah bisa menjadi perantara rezeki untuk saya dan keluarga, mengantarkan saya ke Turki, dan mengumrohkan Bapak Mertua saya.

Ada tiga kata kunci dalam kelancaran bisnis online, yakni ulet, tahu market, dan punya website. Tiga hal ini sangat penting dalam kelancaran dan keberlanjutan bisnis online. Ulet atau ketekunan lah yang membuat saya sering tidur malam dan bangun siang. Yah, asalkan makanan buat keluarga sudah siap, saya mah santai aja. 

Kedua, tahu market. Ya tentu saja, kita baru bisa menjual produk atau jasa kalau ada yang beli, kan? Kalau nggak ada yang beli, ya buat apa. Aktivitas kita hanya akan sia-sia. Terakhir, memiliki website. Bagi sebagian orang, hal ini tidak penting. Jualan via marketplace dan media sosial saja sudah cukup. Hm.. benarkah begitu? Nanti akan saya bahas juga di bawah. Pastikan kamu membacanya sampai akhir, ya.

Berbagai Bisnis Online yang Bisa Kita Upayakan dari Rumah

Bisnis online bukan hanya sekadar menjual pakaian dan produk-produk lainnya. Sekarang, jasa pun bisa kita jual secara online. Saya pernah mendapatkan pelanggan perusahaan Indonesia tetapi memiliki induk perusahaan di Jepang. Alhasil, saya dibayar dengan Yen dan nominalnya cukup besar jika dibandingkan dengan rate saya per satu tulisan. Saat ini, saya juga sudah tiga kali bekerjasama dengan brand luar negeri. Mereka membayar jasa saya dengan Dollar dan mengirimnya ke Paypal.

Nah, berikut ini saya akan berikan beberapa rekomendasi bisnis online yang bisa membuat kamu sejahtera. Sejahtera itu dalam, ya, maknanya. Kaya lahir batin gitu, lah intinya. Hihi.

Berjualan Produk

Saat ini sudah banyak supplier produk-produk tertentu mulai dari kosmetik hingga baju. Apabila kamu tertarik berbisnis di bidang ini, saran saya yang pertama adalah kenali dulu marketmu. Tujuannya agar jualannya tidak banyak boncos. Lalu, mulailah menjadi reseller, distributor, atau agen terlebih dahulu. Jangan ujug-ujug menjadi produsen. Menjadi produsen memang terlihat memiliki margin keuntungan yang lebih besar, tetapi, usaha yang dikerahkan pun juga sama besarnya.

Saya pernah menjadi produsen jilbab dan gamis untuk skala kecil. Saya tidak menjualnya ke agen maupun distributor, tetapi langsung ke konsumen. Jadi, margin saya cukup besar. Saya memulainya dengan membeli kain beberapa meter pada tahun 2015 hingga saya bisa membeli kain beberapa roll langsung dari supplier kainnya sekitar tahun 2016-2017. Namun, setahun sebelumnya yakni tahun 2014, saya menjadi agen terlebih dahulu agar mengetahui market saya. 

Bisnis saya ini bernama La Desya. Saya sempat mengalami puncak penjualan pasca saya membuat website dan mengendorse Revalina S Temat. Sampai-sampai, saya mendapat pelanggan dari Taiwan.

Namun, karena saya tinggal berpindah-pindah, saya sulit memertahankan bisnis ini. Saya akhirnya menutup La Desya pada akhir 2017. Penutupan ini bukanlah akhir. Saya masih tetap berjualan, tetapi, kali ini saya menjual jasa dengan menjadi blogger, content creator, dan membuka persewaan mainan. Di bawah ini adalah video ketika salah satu produk unggulan La Desya digunakan oleh Revalina S. Temat.

Menjadi Content Creator

Siapapun bisa menjadi content creator asal memiliki niche dan market yang jelas. Lebih baik lagi jika kamu ahli dalam bidang tersebut. Content yang diproduksi pun sebaiknya yang memiliki nilai agar audience konten bisa lebih terikat dan setia menunggu konten yang kita produksi.

Niche yang saya maksud ini bisa tentang parenting, kuliner, travel, bisnis, beauty, musik, hingga olahraga. Berikut ada beberapa contoh content creator favorit saya. Saya yakin mereka bisa menjadi inspirasi buat kamu juga.

ByPuty. Kak Puty Puar merupakan ilustrator yang sering menggarap cerita tentang ibu dan pekerjaannya. Kak Puty uga sering berkolaborasi dengan brand ternama seperti Fore, Dettol, Pediasure, dan menjadi ilustrator untuk theme song di film Imperfect.

Danang Wisnu. Beliau adalah seorang dokter gigi dan content creator di bidang beauty. Yang saya suka, Kak Danang ini menerobos sterepotype tentang keterlibatan laki-laki dalam industri beauty. Sudah begitu, stories yang dibagikan juga lucu-lucu.

Windy Ariestanty. Mbak W adalah salah satu penulis favorit saya. Dia selalu menyebut pekerjaannya bermacam-macam. Kadang Mbak W menjadi editor, kadang mengajar, kadang membantu berjualan para ibu penjahit di pasar, dan lain sebagainya. Cool!

Bapak2ID. Saya tidak tahu siapa saja yang berada di balik akun ini, yang jelas, mereka sangat mencuri perhatian karena kontennya yang relatable buat bapak-bapak dan terakdang penuh humor.

Jeyzeus Hays. Barangkali, inilah satu-satunya akun YouTube yang sering saya tonton. Dia membuat dan memperbaiki kualitas audio serta video puluhan video konser My Chemical Romance, band kesukaan saya sejak saya SMP. Dia mendapatkan cuan dari adsense dan Buy Me Coffee.

Oiya, blogger juga content creator, lho. Saya memilih memproduksi konten dengan menjadi blogger karena ini adalah aktivitas yang saya sukai. Sebetulnya, saya memiliki saluran konten di beberapa media sosial lain seperti Instagram dan YouTube. Saya biasanya memperoleh pendapatan dari kerjasama dengan brand dan mengikuti lomba blog. Melalui kanal inilah saya bisa pergi ke Turki dan mengumrohkan Bapak Mertua saya (masih tertunda karena pandemi). Saat ini, saya mengelola dua blog yakni bundabiya.com yang berniche parenting dan bundatraveler.com dengan niche travel. 

Melalui blog, saya membagikan beberapa insight yang saya ketahui. Seperti pada bundabiya.com, saya rutin membagikan kiat seputar pengasuhan, keluarga, dan menyusui. Saya juga membuat worksheet for mom untuk para pembaca saya.

Menjadi Freelancer

Sesuai namanya, freelancer adalah pekerja lepas yang bekerja sesuai kontrak. Terkadang, ada pula content creator yang juga merangkap sebagai freelancer. Saat ini, sudah banyak platform freelancer di Indonesia dan dunia. Dari situ pun, kita bisa mendapat klien dari berbagai negara. Asyik, bukan?

Freelancer membutuhkan website sebagai media portofolio mereka. Ada satu freelancer yang saya sukai yakni Teh Langit yang banyak mengerjakan proyek desain dan seorang web developer. Kamu bisa menengok website teh Langit di www.langitamaravati.com untuk melihat portofolionya. Template blog saya bundabiya.com juga dibuat oleh Teh Langit, lho. 

Mengikuti Affiliate Program

Affiliate program ini menarik karena kita tinggal menanam link (biasanya dari marketplace) di blog maupun media sosial yang kita miliki. Saya sudah pernah ditawari untuk menjadi affiliate, tetapi, sampai saat ini pekerjaan ini belum bisa saya sentuh karena saya masih kesulitan membagi waktu. Kendati demikian, saya bisa memberikan rekomendasi bagi teman-teman blogger yang menyukai program affiliate. Kamu bisa mendaftar dengan gratis ke program afiliasi terbaik dari Exabytes. Komisinya cukup besar, hingga 25%, tanpa limit referral, pembayaran cepat dan diakumulasi pada awal bulan, serta pelacakan yang akurat dan detail. 

Salah satu bisnis online dari rumah dengan penghasilan menarik, yakni mengikuti program afiliasi.

Menyewakan Mainan / Bisnis Persewaan

Bisnis persewaan masih bisa menjadi primadona asal kita menerapkan prinsip CHSE (Clean, Healthy, Safety, and Environment) dalam usaha kita. Persewaan ini bisa macam-macam, mulai dari alat transportasi, sewa sepeda, hingga mainan.

Untuk persewaan mainan, menurut saya, ini adalah peluang yang dimiliki oleh kamu yang telah menjadi orang tua. Kita mungkin memiliki beberapa mainan anak ketika bayi dan sudah tidak digunakan. Nah, biar menjadi cuan, sebaiknya mainan itu kita sewakan saja. Kamu tidak perlu membuat bisnis persewaan jika stok atau jenis mainan terbatas. Kamu bisa menitipkan pada pemilik jasa mainan tertentu yang membuka penitipan mainan.

Bisnis online dari rumah inilah yang juga saya kerjakan sejak tahun 2019 hingga sekrang. Saat pandemi, saya menghentikan sementara bisnis ini. Baru-baru ini, saya akan melanjutkan bisnis kembali. Saya menyewakan white bouncy castle yang elegan dan bagus. Selama 4 bulan, saya sudah mendapatkan beberapa klien dan mengikuti pameran di Mall. 

Rahasia Sukses Bisnis Online:
Ulet, Paham Market, dan Punya Website

Saya telah menuliskan ada tiga kata kunci kesuksesan bisnis online dari rumah, yakni ulet atau tekun, paham market/pasar, dan memiliki website. Kalau soal ketekunan, ini sepertinya tidak perlu saya elaborasi lebih lanjut. Bagi pebisnis online, bermalas-malasan itu haram. Soalnya, setiap waktu kita sangat berharga. Kalau mau banyak uang, ya harus lebih sering bekerja. Cara kerja ini berbeda dengan pegawai tetap atau pegawai pemerintahan yang bekerja dengan waktu tenggo.

Paham market memerlukan riset market terlebih dahulu. You can’t sell to anyone. Selling t anyone means you sell nothing. Semua produk atau jasa itu punya pasarnya sendiri-sendiri yang spesifik. Biar kamu lebih paham, sebelum mulai berbisnis, sebaiknya ajukan pertanyaan ini untuk bisnis kamu:

Sembilan pertanyaan sebelum memulai bisnis online dari rumah.

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat mendasar dan akan menentukan bagaimana strategi bisnis selanjutnya. Misalnya saja, kamu ingin menjual Stik Keju. Biasanya, market yang banyak mengonsumsi stik tersebut adalah anak remaja berusia 13-18 tahun. Maka dari itu, promosinya pun harus kamu sesuaikan. Mulai dari gaya bahasa, desain produk, tampilan media sosial, hingga kemasan.

Pada kasus bisnis sewa bouncy yang saya miliki, saya menargetkan kelas menengah ke atas. Saya tahu perilaku konsumsi mereka dan kesukaan mereka akan barang-barang yang premium. Oleh karena itu, saya juga memberikan kualitas dan penampilan produk sesuai dengan yang mereka kehendaki. 

Terkahir, memiliki website. Saya suka mengikuti apa kata Mas Jaya Setiabudi yang mengibaratkan website sebagai rumah, sementara media sosial dan marketplace sebagai kontrakan. Media sosial dan marketplace memiliki keterbatasan dalam meraih pasar. Kita hanya bisa mendapatkan pasar dari orang-orang yang menggunakan media sosial atau marketplace tersebut. Apabila kita ingin mendapatkan pasar yang lebih luas, perlu menggunakan strategi tertentu seperti hashtag dan menggunakan kata kunci. Selebihnya, bisnis yang terlihat mentereng di Instagram, sudah pasti telah melalui serangkaian ads dan endorsement. Ini tentu butuh biaya juga, kan.

Ada masalah lain yang juga perlu dipikirkan dalam menjalankan bisnis online dari rumah yakni kompetitor. Sudah bukan rahasia lagi bahwa persaingan dan banting harga menjadi hal yang lumrah di marketplace. Saya mengakui ini karena saya adalah user atau pengguna di marketplace. Saya selalu mencari harga yang murah dengan kualitas bagus untuk kebutuhan sehari-hari. 

Lalu bagaimana cara keluar dari marketplace? Gampangnya, ya jangan jadikan marketplace sebagai satu-satunya aliran rezeki. Sebab, algoritma marketplace mudah berubah, konsumen juga mudah beralih toko karena persaingan sangat terbuka.

Saran saya, siapapun yang bisnis online dari rumah sebaiknya memiliki website. Sebagaimana rumah, website memungkinkan kita untuk mengatur tatanan sendiri dengan desain dan promo-promo yang kita inginkan. Pelanggan juga tidak akan mudah beralih.

Membuat Website Jualan Online Mudah di Exabytes

Website ini bermanfaat tidak hanya untuk yang berjualan saja, lho. Berbagai bisnis online dari rumah yang saya sebutkan di atas, semuanya butuh webiste. Untuk content creator, freelancer, dan pengguna affiliate program, website penting sebagai tempat portofolio dan tempat meraih cuan.

Selain itu, ada keuntungan mutlak memiliki website yakni kita bisa menjangkau pasar yang sangat luas. Ini karena dengan memiliki website, kita menjangkau orang yang memakai search engine seperti Safari, Mozilla Firefox, dan Google Chrome. Siapa saja pengguna search engine? Nyaris semua orang! Kuncinya ada pada SEO dan kata kunci yang tepat. Kabar baiknya, hal ini bisa dipelajari.

Saya sendiri juga akan membuat website baru untuk bisnis persewaan bouncy castle saya. Dulu, bisnis persewaan saya memiliki website bernama momainstory.com. Website ini saya biarkan expired karena saya tidak memiliki pendapatan dari persewaan bouncy selama pandemi. Tepat pada awal tahun ini, saya mulai mendapat banyak permintaan untuk sewa di Bali dan Jakarta. Sayang sekali semua harus saya tolak karena saya belum yakin dengan keamanan. 

Memiliki website penting bagi bisnis saya karena melalui website saya bisa pamer porfotolio dan klien. Saya juga bisa menaruh term and condition serta galeri media di website. Calon klien pun tidak perlu kebingungan karena semua informasi bisa mereka dapatkan dengan jelas di website. Berikut ini adalah beberapa klien saya. Foto-foto ini baru bisa kamu temui di Instagram @momaincom. Doain ya sebentar lagi websitenya Momain segera jadi.

Lalu, bikin websitenya di mana? Rekomendasi saya adalah Exabytes Indonesia, sebuah perusahaan layanan cloud terkemuka di Asia Tenggara. Exabytes berdiri pada tahun 2001 dan telah memiliki lebih dari 140.000 pelanggan mulai dari perorangan, mahasiswa, UMKM, hingga perusahaan pemerintah dan publik. Exabytes berprinsip untuk membantu UMKM dan menumbuhkan bisnis online UMKM. Komitmen ini ditunjukkan dengan konsistensi selama 18 tahun melayani hosting website, bantuan teknis profesional 24 jam, serta jaminan jaringan terbaik dan tercepat. 

Satu hal yang membedakan Exabytes dengan penyedia hosting lainnya, Exabytes memiliki fitur yang sangat cocok untuk menjalankan bisnis online dari rumah, yakni EasyStore. EasyStore memungkinkan kamu membuat toko online sendiri dengan mudah, murah, dan cepat. Harganya pu terjangkau, mulai dari 179 ribuan perbulan. Senangnya, EasyStore juga terhubung dengan berbagai marketplace dan media sosial melalui fitur sales channel.

EasyStore dan Layanan Exabytes lainnya

Membuat website jadi lebih mudah dengan Exabytes. Sebab, Exabytes memberikan solusi untuk digital marketing dengan menyediakan email marketing dan Microsoft Office 365 for Business. Ada juga program beli hosting gratis domain dan sewa hosting untuk aplikasi. Kemudahan juga tersedia dengan beragam metode pembayaran, mulai dari transfer bank, kartu debit/kredit, PayPal, pembayaran di minimarket, hingga pembayaran dengan dompet digital seperti GoPay, OVO, dan ShopeePay

Exabytes bersungguh-sungguh ingin mendukung bisnis online dan UMKM. Tidak hanya layanan teknis, kamu bisa menggali berbagai insight menarik seputar pengembangan bisnis di YouTube Exabytes. Lihat saja ada banyak materi yang menarik seperti bagaimana menge-set ads agar efektif, membuat konten yang engaging, dan menganalisa data. Agar kamu tidak ketinggalan promo Exabytes, saya sarankan kamu segera mengecek media sosial dan website Exabytes sekarang juga.

Klien Exabytes

Penutup

Sudah clear, kan, nggak ada yang namanya ngepet. Yang ada tuh bekerja keras dan bisnis online dari rumah. Semoga tulisan saya memberi pencerahan ya bahwa ada banyak sekali peluang bisnis online sesuai bidang kamu. Bangunlah bisnis dari bawah, dengan memetakan market, penuh ketekunan, dan membuat website agar bisa menyaring banyak pelanggan.

Apakah kamu juga pernah dicurigai oleh tetangga gara-gara terlalu berkutat dengan bisnis online rumahan? Atau justru kamu adalah pelaku bisnis online bertahun-tahun? Bagikan pengalamanmu di sini, yuk. Pasti bisa bermanfaat buat yang lain.

63 tanggapan pada “Bisnis Online dari Rumah, Rahasia Sejahtera Sampai Disangka Ngepet Sama Tetangga”

  1. Terima kasih untuk sharingnya, Mba. Bermanfaat banget buat aku yg baru mulai serius punya online shop.

    Selama ini baru jualan online barang preloved aja, sih, eh terus ketagihan. Jadi pengen coba jualan beneran.

    Saat ini berpenghasilan dari rumah sebagai content creator dan affiliate program aja.

  2. Ibu Wati kurang bagaol kuotanya abis cuman buat ghibah kali yah wkwkwk *yah jadi julita deh padahal sekarang kerjaan di rumah juga bisa..btw keren mba punya usaha momaincom semoga next tambah berkembang lagi

  3. Selipan cerita babi ngepet ini bikin lucu ya, ternyata di era yang sudah serba digital ini masih ada pemikiran seperti itu di masyarakat, padahal tinggal di Kota Besar. Tapi apapun itu, website memang punya peran sangat penting untuk bisnis meskipun sudah banyak marketplace atau ecommerce, punya website sendiri peluang bisnis long lasting lebih besar, menurut aku hehehe.

  4. Hihihi, padahal di rumah aja tapi uang banyak itu kan keren ya… Ternyata malah bisa jadi fitnah…
    Saya juga tahun 2011 pernah jualan online, tapi seiring berjalannya waktu lebih nyaman jadi blogger…

  5. Kerwn banget sih Mba, dari pekerjaan yang dilakukan jarak jauh tanpa harus ngantor saja sudah cuan lumayan. Bahkan sampai bisa memberangkatkan bapak mertua untuk umroh.

    Tapi memang masih banyak banget sih yang memandang kalau bekerja dari rumah begini tuh, sebelah mata. Padahal sibuknya bisa jadi lebih sibuk daripada yang ngantor ya.

  6. Euisry Noor (isrinur.com)

    Keren Mbak, banyak pengalaman di bisnis online. Aku cuma pengennya aja, yg beneran dijalani hanya ngeblog & ngonten di medsos.

    Btw hari gini kerja di rumah masih ada aja yg nganggap nggak kerja, sekitarku gitu sih. Kayaknya di mata mereka gak afdol gitu kali ya kalo gak ngantor atau keliatan jelas jualan di pasar/toko

  7. Duh hari gini masih aja ada yang nuduh2 ngepet, bener2 deh yaaah kocak bener deh ehehehe
    Alhamdulillah saat ini bisnis online sangat menjanjikan terutama untuk para ibu rumah tangga yang gak bisa ninggalin anak2 di rumah yaah.

  8. wahahahhaha janga2 ada yang mikir kaya gitu juga ya tentang aku, krn ak lbh sering dirumah dan gak keliatan kerja kantoran ternyata eh paket berdatangan, plus keliatan hepi terus, makan enak terus, jalan2 terus, blom tau aja dia byk hal yg bs dikerjain di rumah

  9. Cerita babi ngepet seru sekali ya, memang masyarakat kita sukanya yang ghoib-ghoib, termasuk miara tuyul wkwk

    Kalau aku tiap ketemu orang pertanyaannya selalu, “libur, Yun?” padahal sudah 10 tahun lho tiap hari aku di rumah wkwk. Pertanyaan basa-basi kali yah

  10. Akhir tahun 2019 aku juga resign dari kantor dan bikin usaha online sambil ngeblog, Mbak. Sama sih kalau ditanya tetangga kerja di mana aku bilang “Kerja di rumah.” Tapi nggak ku jelaskan lebih. Mereka mengira ya aku pengangguran. Padahal mah zaman sekarang peluang buat dapat uang dari rumah terbuka lebar, ya.

  11. Peluang lapangan pekerjaan kini semakin luas dan tanpa batas. Tinggal mengolah ide dan rencana bisnisnya yang perlu diperkuat yaa..
    Gemez kalo ada yang ngomongin jelek mengenai pekerjaan dari rumah.

  12. Thx mbaa..penjelasannya kumpliit.. Bisa nih kutunjukkan artikel ini klo masih ada sj yg nyinyir atau bhkan menduga yg tidak-tidak utk orang2 yg bekerja dari rumah..

  13. aku juga kezel banget itu sama bu ibu julid fitnah orang piara babi ngepet. gak ngerti era digital ya dia? haha..

    btw, mba nabila bisnis online nya banyak juga. ide nya unik banget mba menyewakan white bouncy castle.sukses terus ya mbaa..

  14. Setuju nih tapi di masa pandemi ini segala sudah semakin online masyarakat juga sudah semakin mulai ngeh sekarang jadi sudah tidak terlalu heran kalau kita bilang bisnis online tidak seperti sebelumnya kayaknya masih sangat gelap hehe….

  15. Memulai usaha memang harus paham benar target pasar yang mau disasar, kalau tidak, beuh, bisnis bakal jalan di tempat dan berakhir gulung tikar. Saya pernah mengalaminya beberapa kali, padahal hanya skala rumahan. Segala sesuatu itu memang harus dicari ilmunya, apalagi sekarang semuanya sudah bisa diakses melalui internet. Punya website bagi yg punya bisnis hukumnya wajib utk sekarang ini. Sekarang lewat Exabytes bisa dilakukan dgn mudah. Semangat pebisnis 🙂 .

  16. Mba bener banget di rumah bukan berarti gak kerja y.
    Aku masih sering dpt omongan “emang bisa kerja di rumah, bilang aja males” hahaha..

    Sebelumnya kerja sama perusahaan tp memang remote, trus fokus jd blogger, jastip dan pesanan custom kayu juga, sekarang tambah persewaan mainan (sama kitaa.. dan affiliate juga.

    24/7 terasa sangat sebentar kalau harus bagi waktu pas di rumah, hahaha

  17. Keren nih pernah ngendors Revalina, siapa tau suatu saat bisnis pastan ini bisa dijalankan lagi yaa…
    Kalau yang bouncy castle tuh, untuk dekorasinya juga dari pihak momain atau dari vendor lainnya? Semoga sukses terus bisnismu ya, Nabila.

  18. Zaman sekarang modal internet saja bisa melakukan banyak ya, Mba, dan peluang usaha dan mendapatkan penghasilan juga terbuka luas asalkan mau coba dan cari informasi. Awal-awal dulu tinggal di sini, tetangga kiri kanan juga suka bingung kok aku suami istri jarang keluar rumah dan tidak kerja… hahaha. Padahal meski di rumah, kita kan juga kerja

  19. Saya juga jalanin bisnis online mba. Baru 6 bulan. Memang modal utama setelah menentukan produk, strategi market, dan platform marketing harus ada ya. Thanks buat sharingnya ya.

  20. Pingback: Inilah Pemenang Lomba Blog Exabytes Season 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *