komunitas bloggercrony indonesia, komunitas blogger indonesia, travel blogger indonesia

Awal tahun 2019, saya berniat membangun bisnis baru. Kali ini bukan bisnis fashion hijab yang pernah saya jalankan selama 5 tahun, melainkan bisnis yang bergerak di bidang jasa. Keinginan ini saya riset dulu dan petakan potensi marketnya, rencana pengembangan, sekaligus anggarannya. Dapat saya katakan, semua sudah 70% cukup matang. Saya juga sudah membuat website sendiri untuk bisnis baru yang saya beri nama “Momain”. Fokusnya adalah persewaan bouncy castle. Namun, bukan bouncy castle biasa, melainkan white bouncy castle yang elegan dan bagus untuk berfoto.

Saya sadar produk ini sangat baru dan belum ada di Indonesia. Justru itulah saya ingin mengambil kesempatan dan menaklukkan tantangan. Dua minggu setelah saya gencar promosi, saya mendapatkan klien pertama untuk perayaan natal dan ulang tahun. Alhamdulillah, saya terus mendapatkan klien baru. Tiga bulan setelah saya membuka bisnis, saya diajak bekerjasama oleh EO di Surabaya untuk mengisi stand permainan pada acara Mom and Baby Fair. Dari situ, bisnis saya semakin di kenal. Bahkan, ada calon klien dari luar kota.

Ahh.. senangnya bukan main…!

Saya pun mendata klien untuk acara bulan Maret, April, dan Agustus tahun 2020. Kemudian, kalian tentu bisa menduga apa yang terjadi selanjutnya? Pandemi datang. Beberapa rekan saya yang bekerja di industri MICE pun kebingungan. Ada yang menutup sementara bisnisnya saat PSBB, kemudian membuka lagi untuk acara privat. Ada yang tetap kekeuh menerima klien. Saya tidak bisa menyalahkan, karena tidak semua orang kondisinya sama. Ada yang kalau nggak kerja, nggak makan. Ada yang harus bekerja karena memiliki tanggungan utang di bank. Ada pula yang harus terus menghasilkan uang untuk membiayai anggota keluarganya yang sakit.

Jika saya melihat ke diri saya sendiri, tentu saya pun merasa menjadi “korban” pandemi. Saya memilih untuk menutup bisnis saya sampai kondisi benar-benar aman. Saya tak mau ambil risiko karena saya juga sering berinteraksi dengan orang tua saya. Di satu sisi, saya juga harus tetap membayar SPP anak, tapi, sekolahnya online. Adik ipar yang awalnya nge-kost pun diajak suami untuk tinggal bareng di kontrakan agar asupan hariannya lebih terjamin. Kondisi dan situasi ini otomatis menambah pengeluaran harian kami juga. Belum lagi jadwal terapi saya yang tertunda dan kunjungan ke rumah mertua yang harus menunggu entah kapan. Semuanya serba di luar rencana.

Namun, saya sadar betul kalau kondisi saya masih “mendingan”. Saya sempat melihat ada netizen yang mencuit di Twitter. Dia mencuit bahwa pandemi ini membuat kita semua tenggelam. Bedanya, ada yang memiliki kapal pesiar, ada yang menaiki jukung, ada yang naik perahu bambu, bahkan ada pula yang hanya bersandar pada kayu yang terapung. 

Pandemi ini membuat saya mengubah rencana dan memutar arah. Namun, saya tahu saya tidak sendirian. Banyak teman blogger yang melakukan hal serupa. Saya melihat ada yang mulai membuka usaha dan makin semangat menggenjot bisnisnya karena memiliki peluang yang besar ketika pandemi datang. Teman-teman blogger yang tangguh ini tergabung dalam bloggerpreneur yang diasuh oleh Komunitas Bloggercrony Indonesia. Saya kagum melihat konsistensi dan kegigihan mereka untuk bertahan di tengah pandemi. Diam-diam saya ikut mendoakan agar usahanya lancar dan terus sehat. Kepedulian dari Komunitas Bloggercrony Indonesia ini semakin meyakinkan saya bahwa kondisi ini bukan waktunya untuk egois. Sesulit apapun kita, sudah pasti selalu ada celah untuk melihat sekitar dan membantu sesama.

Mengubah Rute Perjalanan

Setiap manusia tentu memiliki goals atau tujuan hidup. Baik tujuan yang berskala besar, tujuan tahunan, bulanan, bahkan tujuan yang akan dicapai dalam satu hari tertentu. Pandemi corona, harus kita akui, berhasil mengacak-acak peta kita dalam mencapai tujuan itu. Mau nggak mau, kita dipaksa untuk mengubah rute perjalanan. Semua ini harus kita lakukan agar kita tetap bergerak.

Seperti halnya bisnis yang saya kerjakan. Saya terpaksa menghentikan bisnis Momain, membiarkan domain website Momain expired karena saya tidak mau menambah anggaran dari kantong pribadi untuk bisnis yang sedang mandek. Selama pandemi corona, saya hanya mengambil satu klien, itu pun yang sudah pasti sehat dan aman. Agar tetap bertahan, saya dan suami bekerjasama. Suami memperbanyak menulis jurnal dan penelitian. Sementara saya mengambil beberapa peluang dari lomba blog dan kolaborasi dari beberapa brand. Saya juga mencoba lebih banyak membuat konten organik dan terlibat dalam sesi bersama Keluarga Kita. Alhamdulillah, dengan tetap bergerak, memutar otak, serta berpasrah pada Allah, kami dapat bertahan sampai sekarang. Mudah-mudahan kita semua juga selalu selamat dan Tuhan cukupkan semua keperluan. Aamiin.

Saya amati, beberapa komunitas juga melakukan penyesuaian, agar tetap bisa melakukan kegiatan dan para anggotanya tetap berdaya. Seperti Bloggercrony yang membuat wadah baru yakni Bloggerpreneur. 

Bloggerpreneur ini menurut saya gerakan yang sangat tepat dan saling mendukung para blogger yang turut terdampak pandemi. Saya tahu persis, banyak blogger yang memiliki pekerjaan lain selain ngeblog. Pandemi ini mungkin membuat sebagian blogger kehilangan pekerjaan dan harus cepat shifting. Ada pula yang gercep membuat bisnis baru agar dapur tetap ngebul. Komunitas Bloggercrony Indonesia yang sangat memahami kondisi para anggotanya ini, langsung membuat wadah agar para bloggerpreneur dapat dikenal lebih luas dan bisa terus menjalankan bisnisnya. 

Biasanya, saya melihat postingan dan aktivitas giveaway para bloggerpreneur ini melalui Instagram Stories dan feed di akun Instagram BCC Squad. Tetapi, kali ini, saya melihat bisnisnya lebih dekat. Awal Maret lalu, Komunitas Bloggercrony Indonesia merayakan ulang tahun yang ke-6 secara virtual dengan nama BloggerDay 2021 dan temanya #KeluargaJempolan. Kendati “hanya” terselenggara secara daring, acara ini sangat paripurna dan bertabur hadiah. Semua peserta yang terpilih dapat “seserahan” dari Bloggercrony.

Weits.. tajir melintir, dong, BCC ini? Aamiiin…

Yang jelas, BloggerDay 2021 ini mendapat dukungan penuh dari para bloggerpeneur. Wow banget, kaan… Saya sebetulnya sudah ngarep banget dapat hadiah jajanan atau kue kering. Tapi, beberapa produk rupanya hanya bisa dikirim ke area Jabodetabek. Walaupun begitu, saya sudah cukup senang karena saya termasuk yang mendapatkan “hadiah” pagi-pagi karena postingan di Facebook saya terpilih sebagai 15 besar terbaik. Yuhuuuu…! Anyway, saya mau memperkenalkan para bloggerprenur yang sudah mendukung BloggerDay 2021 ini. Kamu bisa kepo lebih lanjut di Instagram mereka, yaa. Saya sendiri sempat kaget karena ada beberapa nama brand yang familiar seperti ASI Booster Tea dan Aykoprojects. Ternyata, bisnis keren ini dijalankan oleh blogger. Saluutt… sangat menginspirasi!

@sreehandmate

Bucket Snack Cratf

bloggercrony, komunitas bloggercrony indonesia, komunitas blogger indonesia, travel blogger indonesia

@photo_coffee_

Home Roastery

@duorajistore

Toko Online Produk NUSANTARA Rekomendasi #duoraji 

@katalensaku.photoworks

Menerima Jasa Foto Produk Surabaya dan Seluruh Indonesia
WA 0812-4165-2717

@ebigsoo_fashion_

Fashionable. Sedia daster, piyama, dan drees

@anesacooking

Home made baked pasta and pudding. Pick up or Instant shipment for pudding, sameday for baked pasta. South Jakarta.

@geraiaksesoris2

Gelang couple & straps.

WA 081216969574

@aykoprojects

Newborn props. Made with Love. Pre-Order 4-5 days.

@makarame

Eco-Friendly Crafts

@resepdapurayah

Food Blogger & Chef.

@dapursesukahati

Homemade cake & cookies Bintaro. Made by order, Fresh & Halal!

@hennahijab_collection

Jual Hijab dan Pakaian Muslim

@asiboostertea

Melimpahkan ASI 900% dalam 24-72 jam!

BPOM&HALAL MUI

@kitatama.id

More than just a creative agency.

Saya beneran salut sama semua pemilik bisnis ini. Mereka masih konsisten menjalankan bisnis di tengah pandemi, bisa terus mencari celah dan peluang meski keadaan menghimpit. Saya jadi curiga, semangat inilah yang turut menginspirasi Komunitas Bloggercrony Indonesia mengadakan ulang tahun ke-6 dengan tema Keluarga Jempolan. Apalagi,  pandemi ini telah membuat kita kembali menyempitkan prioritas dan fokus pada kesehatan serta kebutuhan keluarga masing-masing, dengan tetap peduli pada sesama tentunya. Kondisi serba kepepet yang pada akhirnya mengeluarkan “kekuatan” kita yang sesungguhnya, yakni ketangguhan dan empati.

BloggerDay 2021:
Penuh Haru, Kesenangan, dan Kesan Manis.

Saya termasuk yang baru masuk ke WAG Komunitas Bloggercrony Indonesia pada tahun ini, meskipun saya sudah pernah mengikuti kegiatan BCC Squad sejak tahun 2018 lalu di Malang. Saat itu, saya diajak untuk ikut acara Torch Relay. Saya bertemu Kak Satto untuk pertama kalinya dan teman-teman dari komunitas blogger lainnya. Hangat banget sambutannya. Momen ini berkesan buat saya karena saat itulah pertama kali saya mengikuti acara offline sebagai blogger dan ternyata menyenangkan. Saya bahkan pulang membawa hadiah atas kompetisi foto di Instagram.

Sejak saat itu, sebisa mungkin saya mengikuti acara komunitas yang memiliki tagline Blogging – Networking – dan Empowering ini. Meskipun tidak terlalu sering ya. Biasanya saya hanya ikut update blogpost di grup Facebook atau Twitter, BW Tuesday, BloggerCare, dan ada yang satu ingin sekali saya ikuti yakni BloggerDay offline. Waktu itu, saya kepengin banget ikut acara BloggerDay di Bandung. Tapi, pada akhirnya saya nggak jadi daftar karena anak masih menyusui dan kebetulan waktu itu dia sedang sakit anemia.

Tahun ini, mungkin ini yang disebut sebagai berkah pandemi, saya bisa mengikuti acara BloggerDay 2021 yang diselenggarakan secara Daring. Meskipun saya termasuk yang baru bergabung ke WAG BCC, saya bisa merasakan koneksi dan emosi ketika mengikuti acara ini. Ada rasa haru, senang, dan kesan manis yang saya dapatkan. 

BloggerDay 2021 yang diadakan secara virtual ini mengundang dua jenis peserta. Jenis pertama adalah seratus orang peserta terpilih yang harus mengikuti acara BloggerDay 2021 dari pukul 10 pagi sampai pukul 5 sore dengan kewajiban dan bisa mendapatkan hadiah dari Komunitas Bloggercrony Indonesia. Waktunya lama juga, ya? Menurut saya biasa saja. Lama atau tidak itu relatif. Saya tuh justru betah banget karena acaranya betul-betul menyenangkan! Saya hanya izin sekitar 45 menit untuk ngeloni anak-anak tidur siang. Kemudian, saya kembali lagi ke depan laptop. 

Acara ini meliputi opening, welcoming speech, awarding (congrats to Mbak Herva!), opening virtual tour, virtual family trip, istirahat, kahoot games yang seru, BloggerHangout: Webinar dengan Kak Maman Suherman dan Shafiq Pontoh, Lucky Draw, BloggerCare, BloggerHangout: Webinar kedua dengan Bu Ifa dan Mbak Kania Safitri, dan closing.

Sementara peserta jenis kedua adalah peserta yang hanya ikut pada saat webinar dan virtual trip saja. Kendati “cuma” ikut webinar dan jalan-jalan online, peserta ini juga mendapatkan manfaat yang tidak sedikit. Materinya ndanging banget, belum lagi suasana emosional dan empati yang terbangun.

Tema “Keluarga Jempolan” yang Bikin Haru

Pada pembukaan acara, Kak Satto memberi sedikit penjelasan kenapa tahun ini memakai tema Keluarga Jempolan. Pandemi yang membuat kita lebih sering berkumpul dengan keluarga ini menjadi salah satu alasannya. Kemudian, kebetulan tepat dengan simbol angka 6, sesuai usia Komunitas Bloggercrony Indonesia tahun ini. Yang bikin saya terharu adalah ketika Kak Satto menyinggung bahwa tahun lalu, keluarga BCC kehilangan salah satu pengurus terbaik yakni Kak Anjar. Saya belum pernah bertemu dengan beliau secara langsung, tetapi, saya kerap bertemu melalui karya vector di halaman Instagram Bloggercrony pada program #MostWantedFriday.

Mendadak, suasana menjadi syahdu saat Kak Satto menyebut kata Kak Anjar. Saya pun turut merasakan getaran di hati dan pelupuk mata saya. Ini menurut saya momen yang magical karena meskipun acara ini hanya terselenggara secara offline, koneksinya masih bisa terjalin dengan baik. Kami pun menyempatkan mengirimkan doa pada almarhum. 

Hal kedua yang membuat saya terharu adalah komitmen BCC untuk terus empowering atau memberdayakan anggota-anggotanya. Komitmen ini turun melalui banyak hal. Bisa melalui kampanye jika BCC ada kerjasama dengan pemerintah atau brand tertentu, melalui bloggerpreneur yang telah saya sebutkan di atas tadi, dan melalui acara bernama BloggerCare.

BloggerCare ini adalah program aksi nyata blogger sebagai agent of change. Salah satu agendanya adalah penggalangan dana. Dapat saya katakan BCC selalu tanggap ketika ada bencana datang dan tidak jarang turun tangan langsung jika memang memungkinkan. Contohnya, ketika banjir di Jakarta kemarin, BCC ikut membagikan kepada para korban banjir.

bloggercrony, komunitas bloggercrony indonesia, komunitas blogger indonesia, travel blogger indonesia

Pada acara BloggerDay 2021 kali ini, BCC juga menyempatkan untuk kembali menggalang dana untuk sesama blogger yang membutuhkan. Baru satu jam setelah nomor rekening dan dompet digital diumumkan, sudah terkumpul hampir 3 juta (jika saya tidak salah dengar, hehehe). Ketika mengumumkan kabar ini, Mbak Wawa sambai mbrebes mili atau meneteskan air mata. Haru, tentu saja. Hati saya juga trenyuh. Solidaritas dan empati para blogger di BCC ini begitu tinggi. Setelah BloggerCare BloggerDay 2021 ditutup, dana telah terhimpun sampai lebih dari 5 juta. 

I’m not crying, you are crying.

Bergembira Traveling Online Ke Amerika

Oke, sudah selesai, ya, soal perasaan haru. Hal kedua yang saya rasakan adalah rasa gembira atau senang. Karena, Bloggercrony bekerjasama dengan Kak Ifdi Pancani, pemilik akun @PiknikBarengIfdi untuk menyelenggarakan virtual tour ke Amerika. Tour ini terasa spesial karena kami bisa mengajak anak-anak dan keluarga lainnya untuk ikut menonton dan merasakan keseruannya.

Ini baru pertama kali anak-anak ikut saya “kerja” selama pandemi. Mereka sangat antusias, apalagi ketika diajak ke air terjun niagara, Disneyland, dan akuarium raksasa (yang saya lupa namanya hehehe). Saya sampai nggak kebagian tempat duduk karena anak-anak saya minta duduk di kursi saya. Lihat saja pada tangkapan layar di bawah ini, anak-anak saya sangat ekspresif dan terlihat antusias. Sampai-sampai mereka mengeluarkan satu kalimat yang membuat saya tertawa sekaligus berdoa dalam hati.

“Bunda, Mahira mau ke sana…” Lalu disusul oleh Laiqa. “Adek itut!”

Aamiin yaa, Naak. Bunda dan Ayah kudu qerja qeras bagai quda nih.

Kembali ke Keluarga

Awalnya, saya agak heran karena ada satu materi yang tidak berbau media sosial dan blogging sama sekali. Gimana, yah, ini kan ulang tahun komunitas blogger, gitu lho. Biasanya ya webinarnya nggak jauh-jauh dari seputar kepenulisan dan media sosial. Kemudian saya menampar diri saya sendiri setelah melihat hashtag dan tema Keluarga Jempolan. Saya malah akhirnya mengapresiasi karena BCC sangat peka terhadap salah satu masalah terbesar yang dialami banyak keluarga saat ini, yakni soal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini memang bukan masalah sepele. Anak belajar di rumah, belum tentu orang tuanya siap, baik secara materi maupun batin. Belum tentu juga suasana rumah dan pola parenting sudah cukup kondusif untuk anak.

Lalu, bagaimana dengan peserta yang belum berkeluarga? Ngaplo, dong?

Ini dia kreatifnya BCC. Saya nggak menyangka yang diundang jadi pembicara adalah seorang psikolog yang piawai dalam mengemas topik yang panjang dan berat menjadi singkat dan dengan ilustrasi yang mudah dimengerti. Hats off to the one and only Bu Ifa!

Berfoto bersama Mbak Kania Safitri. Ini sebelum sesinya Bu Ifa 🙂

Sebetulnya materi yang dibicarakan Bu Ifa sudah saya dapatkan ketika jadi Rangkul dan sering saya ulang ketika mengadakan sesi per bulan. Tetapi, kan, tidak semua orang bisa mengikutinya. Nah, saya bersyukur karena kehadiran Bu Ifa ini mampu menyadarkan para peserta akan beberapa hal mendasar dalam pengasuhan dan pola belajar efektif untuk anak. Pertama, Bu Ifa menegaskan bahwa dalam PJJ itu yang penting anak bahagia dan sehat lahir batin dulu. Prinsip ini juga berlaku untuk ortunya, yah! 

Kedua, anak nggak perlu dipaksa untuk pintar, rangking, dan calistung pada usia yang belum seharusnya. Soalnya, tiap fase ada kebutuhannya sendiri. 

Ketiga, dan ini yang paling kusuka, Bu Ifa dengan jelas mengutarakan bahwa reward dan punishment adalah cara yang biasa digunakan untuk melatih binatang sirkus agar mereka nurut. Ini fakta yang kasar banget, nonjok banget, lah. Tetapi, langsung to the point dan menyadarkan banyak orang kalau sistem reward and punishment itu nggak baik. Reward dan sogokan dapat membuat anak tidak mandiri sementara punishment membuat anak trauma, menutup diri, dan tidak jujur pada orang tua. Ujung-ujungnya, mereka menjauh dari orang tua dan tidak nyaman belajar karena merasa terpaksa.

Lalu bagaimana metode yang tepat? Dukungan dan konsekuensi. Dua hal ini tidak akan saya bahas di sini, tetapi, setidaknya kilasan materi dari Bu Ifa ini membuat kami kembali tersadar bahwa menjadi orang tua itu nggak mudah. PJJ juga membuat kita makin paham bahwa yang harus belajar bukan hanya anak tetapi juga orang tua. Bukan belajar materi, ya, tetapi belajar mengontrol emosi, memahami dunia anak, mendukung yang tepat, dan lain sebagainya.

Penutup

Pada akhirnya, materi penutup ini membuatku teringat lirik series Keluarga Cemara yang dulu selalu saya lihat setiap sore hari. Potongan lirik lagu yang akan selalu relevan, terutama pada pandemi ini. 

Harta yang paling berharga adalah keluarga.”

Bagi saya, keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman bagi kita bertumbuh, diterima, dan dicintai tanpa tapi.Kalimat di atas kembali meyakinkan saya bahwa sudah seharusnya kita selalu berbuat baik pada keluarga, baik keluarga sedarah maupun kepada mereka yang sudah kita anggap sebagai keluarga sendiri. Sahabat maupun teman-teman di komunitas, misalnya.

Merekalah harta kita, merekalah yang akan menjaga kita dan perlu kita jaga. 

Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin berterima kasih pada BCC karena saya bisa masuk sebagai peserta terpilih di very last minute. Cerita awalnya, saya sebetulnya telah menjadi peserta terpilih tetapi saya tidak mendapat undangan karena saya salah ketik saat memasukkan email ketika mendaftar. Tetapi kemudian, ada peserta yang mengundurkan diri. Akhirnya saya yang berada di barisan waiting list bisa masuk dan kembali terpilih. Acara ini membuat saya kembali belajar tentang empati dan ketangguhan. Dua kata yang menurut saya penting untuk dimiliki siapapun agar bisa terus menjadi manusia yang bermanfaat dan memberi makna.

Kalau kata orang bule, sunday well spent with BCC.

23 tanggapan pada “Keluarga Jempolan: Penuh Empati dan Tangguh dalam Berbagai Keadaan”

  1. Pandemi ini memang mempunyai dampak yang besar ya, banyak teman2 yg kehilangan pekerjaan. Banyak juga yg akhirnya banting setir mencoba usaha baru di tengah pandemi. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan pandemi ini segera berlalu.

  2. Selalu kagum dengan komunitas yang peka sekali dalam mengambil langkah langkah darurat guna menstabilkan keadaan yang sedang tidak baik-baik saja. Salut untuk BCC yang tanggap dan mewadahi anggotanya untuk terus semangat berjuang menghadapi pandemi yang tentunya menimbulkan goncangan besar, terutama dari segi perekonomian. maju terus BCC

  3. Senang ya Sabtu itu kita jadi bekerja bersama baik ibunya anak anak maupun bapaknya. Iya, kalau saya dan anak nyimak dan nonton virtualnya, kalau pak suami justru saya mintain ambilin foto dll. Hehehe…

  4. Lewat tulisanmu ini, Mbak, aku bisa ngerasain kekeluargaannya blogger crony, saling peduli, hangat. Semoga blogger crony makin sukses kedepannya serta semoga pandemi segera berakhir sehingga MoMain bisa beraksi lagi ya, mbak. Aamiin aamiin ya robbal’alamiin

  5. Mengajarkan Empati dan Ketangguhan..
    Setuju banget, aku pun nonton kemaren penuh dengan haru,dimasa pandemi sekarang masih bisa saling bahu membahu,memberikan informasi ,keceriaan di satu acara yang super keren Blogger Day.
    Meski virtual tetep berasa banget euforianya dan kebersamaannya

  6. Acara yang seru. Sedari pagi sampe sore, gak bosen ngikutinnya. Mana nambah wawasan dan bertabur hadiah pula. Selalu seru nih memang BCC kalo bikin acara BloggerDay. Semoga tahun depan mah, acaranya bisa offline lagi. Kangeeen bisa ngumpul lagi bareng temen-temen blogger 🙂

  7. Seru yaa acaranya. Klo ga salah sih waktu itu aku udah daftar, sayang belum terpilih. Tapi ga tau juga ya apa jangan2 lupa belum keenter submit pas daftar :))
    Turut bahagia melihat atensi Blogger Crony dalam mendukung teman-teman blogger yang terus berupaya mempertahankan bisnisnya di masa pandemi ini. Salut banget deh.

  8. Aseli acara Blogger Crony kemarin seru banget yaa, kak..
    Aku belum beruntung kemarin, gak bisa ikutan. Tapi tetap bisa merasakan keseruannya karena banyak sahabat BC yang menuliskannya di medsos dan blog.

    Barakallahu fiikum, sahabat BC dan founder BC – kak Satto dan kak Wardah Fajri.
    Semoga Allah memberikan kesehatan dan keberkahan selalu.

  9. wah makasih mbak ulasannya tentang acara BCC yang lalu itu, happy milad buat BCC, sayangnya aku gak tau info ini mbak, tapi suka banget dengan ulasannya mbak, beneran komplit jadi serasa ikutan acaranya. mantap memang BCC ya, sukses selalu untuk mbak dan BCC

  10. MasyaAllah mba… Aku bacanya aja berasa ikut hadir di virtual acaranya BCC Keluarga Jempolan. Banyak banget ilmu yang didapat selama acara. Juga ikut senang bisa jalan2 virtual ke Amerika ya mba :))

  11. Wah acaranya seru banget ya Mbak. Walau gak beruntung menjadi peserta yang terpilih dalam acara virtual bareng BCC ini tapi dengan baca postingan teman2 blogger yang ikut saja saya merasa seperti hadir juga di sana, hehe. Btw baru tahu juga nih usaha-usaha yang dirintis para bloggerpreneur. Keren deh.

  12. Huaaaaa artikel yang benar-benar ditulis sepenuh hati dan menyentuh hati
    Sebagai sesama peserta, tulisan mbak Nabila ini memang kece badaiiiiii
    Lengkap, rapi dan benar-benar membawa kenangan saya kembali ke acara itu
    Suka sekali cara bertuturnya. Saya belajar banyak mbak
    Terimakasih sudah menulis liputan sekece ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *