Kenali Medan Perang Melalui
Pusat Informasi Corona dari Kumparan

pusat-informasi-corona-kumparan

Sejak corona mulai menampakkan diri di Indonesia, saya langsung membuat satu agenda maha penting: menjaga kesehatan keluarga selama 3 sampai 5 bulan mendatang. Terlihat sederhana dan gampang, nyatanya sangat menantang. Di rumah, saya dan keluarga kecil saya tinggal bersama kedua orang tua, adik sepupu, adik ipar, serta Asisten Rumah Tangga dengan total penghuni rumah sebanyak 10 orang. Semuanya kerap memiliki urusan dengan orang lain, terutama orang tua saya. Ayah saya masih sering bekerja di Lumajang dan bertemu orang banyak, bahkan sesekali Ayah harus mengunjungi rumah sakit untuk memastikan penanganan pasien corona di Lumajang berjalan dengan baik. Ibu saya, selain melaksanakan tugas utama secara daring sebagai guru konseling, terkadang turut mendampingi Ayah. Tuntutan pekerjaan membuat Ibu dan Ayah saya masih cukup rutin mondar-mandir Sidoarjo-Lumajang.

Bagaimana itu tidak mengkhawatirkan?

Sebagai langkah antisipasi, saya menciptakan protokol keluar-masuk rumah yang wajib dipatuhi semua penghuni. Bukan apa-apa, kalau ada satu yang sakit, sudah pasti semua kena, termasuk anak-anak saya. Nah, kalau anak-anak sakit, suasana hati saya sudah pasti semrawut dan beban pekerjaan di rumah akan bertambah.

Mau tidak mau, saya memposisikan diri sebagai pejuang garda terdepan. Jika dunia punya perawat dan dokter, keluarga saya memiliki saya sebagai “perawat”, penyedia asupan kesehatan, penyedia Alat Pelindung Diri, serta penyedia informasi yang akurat untuk keluarga dan lingkungan terdekat. Saya secara sadar memasuki medan perang, oleh karenanya sebisa mungkin saya mengatur strategi dan sigap membaca situasi terkini melalui halaman andalan saya yakni Pusat Informasi Corona dari Kumparan.

Menjaga Keluarga, Menjaga Dunia

Saya teringat kampanye yang diusung oleh Inggris dan beberapa negara barat: Stay Home, Save Lives. Betapa pada saat yang menegangkan ini, aksi sederhana kita untuk tetap di rumah, bisa menyelamatkan kehidupan orang banyak. Beberapa negara telah berhasil menekan laju pasien positif dan angka kematian karena sangat ketat melakukan penerapan physical dan social distancing dengan cara ndhekem di rumah saja. Saya sungguh salut dengan ketegasan pemerintah dan kepatuhan warga. Sebagai imbalannya, mereka memenangkan kompetisi melawan pandemi dan rakyatnya pun bisa berangsur beraktivitas seperti biasa.

Namun, di Indonesia, penerapannya sungguh tidak mudah. Masyarakat Indonesia terkenal sangat komunal, suka ngumpul, susah diatur, pemerintah pun pada satu sisi, menerbitkan aturan yang berubah-ubah. Karena distribusi bantuan pun belum merata, ribuan orang masih harus bekerja, sebagian besar dari mereka harus tetap menjemput nafkah untuk keluarga. Beberapa yang telah mendapatkan bantuan pun ngotot tetap bekerja karena takut terkena PHK.

Selain itu, tidak semua sektor industri dan profesi dapat melakukan pekerjaan secara remote atau dari rumah. Sektor pemerintahan, kesehatan, keuangan, logistik, pangan, adalah beberapa bidang pekerjaan yang mengharuskan karyawannya bekerja di kantor. Semua juga bergantung pada perintah atasan, perusahaan, maupun instansi tempat mereka mengabdi. 

pusat-informasi-corona-kumparan
pusat-informasi-corona-kumparan

Saya pun tentu tidak dapat melarang orang tua untuk melaksanakan tugasnya. Ayah saya harus melakukan pemantauan di beberapa rumah sakit untuk memastikan penanganan corona di Kabupaten Lumajang sudah tepat. Belum lagi jika ada masyarakat di desa yang tak tersentuh bantuan, Ayah harus membantu distribusi dengan cekatan. Begitu pula Ibu saya yang seorang guru sekaligus pengurus sekolah, beliau masih harus bertemu rekan kerjanya untuk keperluan administrasi dan keuangan yang tidak dapat diselesaikan secara daring. 

Upaya utama yang dapat saya lakukan hanya menjaga mereka dengan doa. Sebab, saya yakin hanya Allah yang dapat memberikan perlindungan terbaik. Ikhtiar saya lanjutkan dengan memberi Ayah dan Ibu asupan vitamin, membekali mereka dengan APD, serta saling bertukar kabar tentang situasi terkini.

Kadang proses “menjaga” ini juga agak menantang. Ketika harga masker medis meroket, saya memprioritaskan stok masker medis untuk Ayah dan Ibu karena beliau lebih butuh. Pada waktu yang bersamaan, saya membeli masker kain untuk penggunaan sehari-hari apabila diperlukan. Awalnya saya ragu, apakah masker kain ini cukup efektif untuk saya gunakan ketika berada di keramaian? Alhamdulillah, saat melakukan riset mini, saya menemukan fakta menarik sekaligus sebuah kabar yang melegakan. Masker kain dapat digunakan sebagai pencegahan dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu. Hal ini baru saya ketahui melalui video dari Kumparan. Apabila kamu punya keingintahuan yang sama, coba simak video ini. Gara-gara melihat video Kumparan ini, saya jadi membeli masker kain yang mampu menutupi bagian hidung, pipi, dan mulut dengan sempurna.

Tenang sekali hati saya, karena saya tak perlu membuang uang ratusan ribu untuk membeli masker medis sekali pakai. Sebulan yang lalu, harga masker medis masih langka dan mahal. Lagipula, ada yang lebih memerlukannya yakni para tenaga medis, petugas kebersihan, serta pemerintah yang berusaha memenangkan peperangan melawan corona. Saya lebih memilih memakai masker kain 3 lapis agar perlindungannya lebih optimal.

Kendati cukup mampu menangkal virus, masker kain tetap memerlukan perawatan khusus. Tak perlu risau, perawatannya tidak susah, kok! Kalau kamu belum tahu bagaimana cara mencuci masker kain, bisa simpan foto di bawah ini, yaa. Saya membuat infografis ini dari Tips Merawat Masker Kain Keluarga yang saya baca di Kumparan. Saya kian pede memakai masker kain karena selain bahannya nyaman, efektif menangkal virus, eco-friendly pula. Ada pula sejumput rasa bangga di hati karena sekaligus berkontribusi mengurangi sampah medis. 

Ayah dan Ibu saya pun tak perlu khawatir ketika beraktivitas karena sudah memakai APD yang memadai. Dengan aksi kecil berupa menjaga keluarga, saya harap saya dapat menyelamatkan nyawa lebih banyak lagi. Orang lain aman dari saya dan keluarga, kami pun aman dari orang lain. Yang bahaya, tuh, kalau berpapasan dengan OTG alias Orang Tanpa Gejala virus corona. Sebab, bisa jadi, kita sama-sama tidak mengetahui. Oleh karenanya upaya preventif sederhana yang kita lakukan dari rumah ini dapat begitu bermakna.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengatur strategi melawan pandemi. Siasat yang tepat sangat dibutuhkan agar kita tidak terlalu terkena dampak kesehatan, mental, hingga material dari adanya pandemi ini. Untuk itu, kita harus terus melahap bacaan, artikel, serta berbagai riset teranyar yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Pada masa pandemi ini, kebutuhan akan berita yang kredibel pun menjadi tak terelakkan. Sebab, berita yang kita konsumsi bagaikan makanan, ada yang menyehatkan, ada pula yang menyakitkan. Saya memilih membatasi diri untuk menyantap semua berita yang tersaji dan sangat selektif dalam menyaring berita. Namun, begitu saya mengantongi data dan berita yang berharga, saya tak segan membaginya dengan keluarga dan dengan teman-teman online melalui media sosial.

Sebab saya tahu, kita semua tak boleh buta. Kita butuh data sebagai peta.

Kita harus bersama-sama keluar dari peperangan ini sebagai Sang Juara.

 

Mengajak Lingkungan Lebih Cermat dengan
Berbagi Informasi Akurat

Kehadiran corona memicu gelombang informasi yang datang bagai tsunami. Banyak pengguna membagikan berita di media sosial serta WA grup tanpa peduli apakah berita tersebut akurat atau tidak. Konten tentang bahaya, kematian, dan hal-hal yang mengkhawatirkan lainnya tentang virus corona datang berduyun-duyun menghampiri layar handphone. Akibatnya, kepanikan pun melanda. Orang-orang yang mengonsumsi berita buruk secara berlebihan pada akhirnya akan merasa jengah dan stres. Tak jarang mereka memilih untuk menghentikan membaca berita tentang corona. Di satu sisi, langkah ini perlu dilakukan. Namun, di sisi lain, hal ini akan merugikan pengguna. Menurut saya, yang perlu dilakukan cukup sederhana: menyaring berita. 

Saya termasuk yang cukup rutin membagikan informasi, berita, riset terkini, serta opini tentang corona di media sosial baik Twitter, Instagram, Facebook, dan WA. Namun, sebelum saya menekan tombol post, saya memastikan telah menyaring informasi yang saya bagikan. Pertama, saya hanya membagi informasi dari sumber yang kredibel. Kedua, saya usahakan informasi yang saya bagikan ada “nilai” lebih di dalamnya, misalnya, sebuah riset termutakhir, maupun update kondisi. Salah satu contohnya adalah ketika tengah malam saya mendapat info tentang Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, jiwa “anak hukum” saya bergetar. Ini adalah berita baik, gumam saya waktu itu.

Tanpa pikir panjang, saya membagikan kabar menyenangkan ini di Instagram. Regulasi ini telah lama kita nanti. Saya pun mengupas beberapa pasal dan meminta teman-teman online saya untuk mendukung langkah pemerintah. Saya turut menambahkan informasi yang diposting oleh Kumparan, agar teman-teman di Instagram saya bersiap dengan langkah Pemerintah.

pusat-informasi-corona
pusat-informasi-corona-kumparan

Saya memilih untuk menghindari membagikan berita dengan judul provokatif, cukup berita yang memberikan highlight yang jelas dan tidak bertele-tele, seperti konten Instagram yang diolah oleh Kumparan. Menurut saya, Kumparan unggul dalam menyajikan konten berita. Terdapat kata kunci yang di-block dengan warna merah sehingga pembaca langsung tahu maksud dari konten, lalu diakhiri dengan ajakan membaca artikel melalui tautan yang telah disediakan agar pembaca mendapat informasi secara utuh. Kalimat kontroversi dan click byte tak akan kamu temukan di Kumparan. Kontennya sangat informatif, selalu update, dan padat. Karena itulah saya cukup sering menyebarluaskan konten di Instagram Kumparan melalui Instastory akun saya agar teman-teman di Instagram saya juga mendapat pengalaman yang menyenangkan dalam mengonsumsi berita. Kumparan juga melakukan kolaborasi konten dengan penyedia informasi atau berita di daerah dengan cara menyajikan berita sesuai bahasa daerah tersebut, misalnya Aceh, Sunda, Jawa, Ngapak, dan lain-lain. Hal ini membantu masyarakat di daerah untuk lebih memahami peristiwa yang sedang terjadi.

Pada masa pandemi ini, rutin berbagi informasi yang akurat menjadi hal yang bermanfaat untuk dilakukan sebab tidak semua orang paham dengan kondisi terkini. Ada yang masih ngeyelan, ada pula yang mengonsumsi berita dari sumber yang tidak akurat. Akibatnya, mereka jadi salah tangkap dan mudah berprasangka buruk.

Persoalan McD Sarinah contohnya, beberapa teman saya di Instagram mengira McD tutup karena terdampak corona, padahal tidak. McD Sarinah tutup karena PT Sarinah akan melakukan renovasi. Reaksi ini mereka tunjukkan ketika saya mengunggah video kerumuman di McD Sarinah yang diposting oleh Kumparan. Di artikel, Kumparan juga memberikan pemaparan lebih lanjut bahwa McD Sarinah di Jakarta Pusat resmi ditutup permanen Minggu tanggal 10 Mei pukul 22:05 WIB. Gerai yang telah beroperasi selama 30 tahun ini diminta hengkang oleh pemilik gedung, PT Sarinah (Persero), karena seluruh bangunan akan direnovasi. Setelah melihat Instastory dan saya beri artikel dari Kumparan, teman-teman saya pun jadi paham bahwa mereka telah salah menduga.

Beberapa respon teman di IG Story saya tentang penutupan McD Sarinah. Banyak yang mengira gerai tersebut terdampak corona.

Ini merupakan contoh kecil yang menggambarkan bahwa masih banyak masyarakat yang kurang update atau memilih sumber bacaan yang keliru. Kebiasaan ini tidak boleh bertahan terlalu lama, terlebih pada masa pandemi yang gampang menyulut keresahan ini. Sehingga, menurut saya, selama pandemi ini masyarakat harus lebih banyak terpapar berita yang kredibel dan jelas sumbernya ketimbang yang cenderung hoax atau hanya mengira-kira saja.

Dari pengalaman ini, saya tergugah memberitahu teman-teman online bahwa ada media yang kontennya bisa dipercaya. Saya mengungah sebuah postingan berisi foto dan video tentang Pusat Informasi Corona dari Kumparan, sebuah halaman mengenai data dan berita tentang corona yang saya konsumsi sehari-hari. Saya pun meletakkan tautan tersebut di profil saya. Ternyata, postingan ini memancing interaksi. Ada 6 pengguna yang menyimpan video dan 11 orang yang mengeklik tautan di profil saya. Alhamdulillah, saya harap mereka pun mendapat wawasan baru mengenai media yang layak dikonsumsi.

Pusat Informasi Corona, Peta Anti Panik Selama Pandemi

Menurut saya, masyarakat perlu untuk selalu update informasi corona, dengan catatan berita dan data yang disajikan memuat fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, data yang jelas dapat membantu kita mengambil keputusan. Data berlaku seperti peta, ia tidak akan membuat kita buta. Jika kita mengetahui apa yang sedang kita hadapi di depan, tentu akan lebih mudah bagi kita untuk mempersiapkan persenjataan, bukan?

Seperti ketika pada akhir April lalu, saya meminta ibu dan ayah untuk tidak wira-wiri Lumajang – Sidoarjo. Saya meminta mereka agar fokus bekerja saja di Lumajang, tidak perlu menengok cucu terlebih dahulu. Permintaan saya ini berdasar dari dua hal. Pertama, ayah dan ibu saya lebih tua usianya, lebih rentan lelah dan kesehatannya bisa drop. Kedua, pada akhir April lalu, larangan mudik serta PSBB di Surabaya dan Sidoarjo akan diberlakukan. Ini tentu akan menyulitkan perjalanan Ayah dan Ibu saya. Keimbang ribet, lebih baik kita patuhi saja arahan pemerintah dan peka dengan kondisi masing-masing.

Beruntung, saya telah mendownload Kumparan yang menyajikan informasi lengkap mengenai corona, yakni di Pusat Informasi Corona yang disajikan oleh Kumparan.com. Saya banyak terbantu oleh Kumparan dalam memprediksi situasi selama pandemi dan membuat keputusan. Melalui artikel dan data, Pusat Informasi Corona dari Kumparan hadir bagai Alat Pelindung Diri dan menjadi bekal untuk kita semua. Lihat saja betapa komprehensif data yang disajikan, mulai dari Hotline, Daftar Rumah Sakit Rujukan, Pengumuman Pemerintah, Donasi, hingga update sebaran kasus per hari.

pusat-informasi-corona-kumparan

Memahami Virus Corona

Terdapat 7 konten pilihan yang dapat menjadi panduan dasar untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi COVID-19, yakni: (1) Apa itu COVID-19? Corona atau COVID-19, sih? (2) Apa Gejala COVID-19? (3) Bagaimana Virus Corona Menular? Bisakah Lewat Udara? (4) Bisakah Penderita COVID-19 Sembuh Sendiri? (5) Apakah Sudah Ada Vaksin atau Obat untuk COVID-19? (6) Apakah Saya Harus Menggunakan Masker? (7) Mengapa Ada Anak Muda Mati karena Corona?

Pencegahan Diri dan Keluarga

Terdapat 15 konten pilihan untuk membentengi diri dari virus corona, mulai dari membedakan gejala corona dengan kecemasan, merawat mobil agar bebas virus corona, tips mempekerjakan ART dan Tukang Taman selama wabah corona, tips agar penderita diabetes terhindar dari corona, perokok yang rentan terkena corona, perlindungan diri untuk ibu hamil, cara naik transportasi, tips membersihkan barang dan berbelanja, hingga panduan ke rumah sakit pada masa pandemi.

Prosedur Tes dan Pengobatan

Terdapat 5 konten pilihan , yakni: (1) Kapan Perlu Tes Corona dan Harus ke Mana? (2) Apakah Klorokuin Obat Corona? (3) Bagaimana Tahapan Tes Corona? (4) Cara Karantina Mandiri: Protokol Corona (5) Cara Merawat Penderita Corona di Rumah.

Happy at Home

Kumparan menyajikan beberapa solusi praktis agar kita tidak bosan beraktivitas di rumah. Sejumlah konten yang ditampilkan meliputi panduan untuk kita yang tinggal sendirian di tengah wabah, game smartphone yang cocok untuk anak, drama korea pilihan, film keluarga pilihan, resep, ide dekorasi, hingga ajakan agar tetap waras di masa pandemi.

Rumah Sakit Rujukan

Kumparan berharap agar para pembaca tidak kebingungan apabila ada kerabat yang memiliki gejala virus corona. Pada halaman ini, kamu dapat menemukan daftar rumah sakit rujukan di 34 provinsi di Indonesia beserta alamat dan nomor teleponnya. Langkah menghadapi wabah menjadi kian mudah.

pusat-informasi-corona-kumparan

Hot Line

Halaman ini menampilkan daftar hotline beserta situs informasi corona di 34 provinsi di Indonesia, lengkap dengan informasi nomor kontak pengiriman bantuan dan daftar relawan. Kita tidak perlu bingung ke mana harus bertanya apabila ingin mengetahui update kasus per provinsi.

Kumpulan Doa

Kumparan mengajak kita untuk tetap tenang dan menjaga pikiran agar tetap jernih. Tidak perlu menyimpan rasa takut yang berlebihan sebab selalu ada Tuhan untuk bersandar. Pada halaman ini terdapat 6 doa untuk memohon perlindungan, mengusir marabahaya, dan terhindar dari penyakit untuk 6 agama di Indonesia.

pusat-informasi-corona-kumparan

Pengumuman Pemerintah

Pemerintah memegang peranan yang vital untuk membuat kebijakan mengatasi corona. Pastikan kamu mengikuti garis besar kebijakan pemerintah melalui halaman ini. Terdapat 14 konten pilihan mulai dari panduan ibadah Ramadhan di tengah wabah, aturan larangan mudik, prakerja, hingga peraturan yang dikeluarkan oleh kepala daerah.

pusat-informasi-corona-kumparan

Donasi Lawan Corona

Pada halaman ini, KumparanDerma bersama #IndonesiaLawanCOVID-10 membuka donasi untuk membantu sesama menghadapi corona. Yuk, turut berkontribusi!

Secara garis besar, Pusat Informasi Corona dari Kumparan menyajikan 3 hal utama. Pertama, berisi kurasi berita sesuai kategori serta panduan dasar mulai dari mengenal virus corona, daftar rumah sakit, hingga donasi. Kedua, Sebaran Kasus Corona yang menampilkan peta, kurva, dan tabel kasus per provinsi. Yang saya sukai pada bagian ini adalah adanya informasi angka dan persentase penambahan kasus jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Sehingga kita tahu bahwa angka kasus corona di Indonesia masih belum menurun. Ketiga, Berita Corona. Pada bagian ini, Kumparan memberikan berita yang lebih banyak dan update tentang corona.

Halaman ini dapat diakses melalui website dengan cara mengeklik tautan Informasi Corona. Saran saya, lebih baik kamu download aplikasi Kumparan sehingga informasi akan lebih mudah sampai ke tangan. Aplikasinya ringan dan cepat, kita juga bisa memilih ingin mendapatkan notifikasi apa saja sesuai minat kita.

Saya angkat topi dengan langkah Kumparan yang bergerak cepat dengan meluncurkan Pusat Informasi Corona. Meskipun banyak berita bertebaran tentang corona, Kumparan mengambil satu langkah lebih maju dengan melakukan kurasi, pengelompokan berita, data, peta, serta panduan terbaru seputar pandemi Covid-19. Di tengah ketidakpastian, serangan yang kita hadapi bukan hanya virus menyebalkan bernama corona, tetapi juga kepanikan serta kekhawatiran akan masa depan. Menurut Hugo Diba, CEO Kumparan, kehadiran Pusat Informasi Corona ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar tidak gugup, memahami apa yang sedang terjadi, dan mengerti apa yang harus dilakukan dalam menghadapi pandemi. Jujur saja saya bangga, sebab, ada media yang memilih untuk turut mengambil peran strategis dalam memangkas pandemi.

pusat-informasi-corona-kumparan

Kumparan juga berusaha menghadirkan data serta berita yang dibutuhkan dan sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Ada empat keunikan yang saya lihat pada halaman Pusat Informasi Corona serta cara Kumparan dalam menyajikan konten tentang corona. Pertama, adanya kategori “Kumpulan Doa”. Terdapat 6 konten pilihan yang menyajikan 6 doa dari 6 agama resmi yang diakui oleh Indonesia. Kumparan menyadari betul bahwa masyarakat Indonesia mengangkat tinggi nilai keagamaan dan ketuhanan. Melalui halaman ini, Kumparan dengan sempurna mewadahi kebutuhan akan rasa aman dan kepasrahan dengan berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Kedua, Kumparan membuka Donasi Lawan Corona. Pada bagian donasi, Kumparan mengerahkan donasi untuk membantu tenaga medis dan rumah sakit yang tersebar di berbagai penjuru di Indonesia, serta memberi bantuan kepada warga yang membutuhkan. Hebatnya lagi, Kumparan berhasil menghimpun dana sebanyak 453.975.154 per tanggal 18 Mei. Kamu bisa turut menyumbang juga, lho! Masih ada 35 hari lagi sebelum target 1M tercapai! Klik di sini, yaa. 

Ketiga, saya melihat Kumparan berusaha menjadi media yang tidak kaku untuk para millenial dan Gen Z. Pembawaan yang menarik nan unik ini membuat millenial dan Gen Z lebih memperhatikan serta memahami kondisi terkini. Pada akhirnya, pesan yang disampaikan pun tepat sasaran. Saya kerap mengamati banyak komentar mengenai “slide kedua”. Banyak followers Kumparan (termasuk saya, hehe) yang kecele dengan slide kedua dari Kumparan. Saking seringnya pembaca konten di Instagram terkena “jebakan”, mereka pun beramai-ramai mengomentari tentang “Slide Kedua”. Bahkan, perihal receh ini dibawa ke Twitter, lho!

Mungkin dalam benak pembaca, Slide Kedua berisi konten, eh, tidak tahunya ajakan untuk menginstal aplikasi Kumparan dan memantau berita melalui Pusat Informasi Corona. Sebetulnya, ini perihal yang amat penting, namun, mungkin banyak yang belum menginstal aplikasi Kumparan dan memantau perkembangan virus corona.

"Jebakan" Slide Kedua

"Kejutan" Slide Kedua

Kumparan ternyata menyadari hal ini dan tidak kehabisan ide. Alih-alih menghapus “Slide Kedua”, Kumparan memilih untuk tetap mengisi Slide Kedua dengan konten ala TikTok yang berisi ajakan untuk mengunjungi Pusat Informasi Corona. Komentar mengenai Slide Kedua pun kembali ramai, ada yang sekadar bertanya tentang nama dan akun “Mbaknya”, ada pula yang menghujat dengan candaan apabila yang tampil di video seorang lelaki. Ajakan ini pun menuai berbagai respon positif dari pembaca. Saya yakin, dengan begini pembaca juga lebih tergerak untuk mengeklik tautan di profil Instagram Kumparan dan memantau berita tentang corona melalui Pusat Informasi Corona dari aplikasi Kumparan. Terbukti, ada yang memberi komentar bahwa ia sudah mendownload aplikasi Kumparan. Good job, Kumparan!

Keempat, Kumparan tidak pernah absen menyajikan berita baik setiap hari. Kamu dapat mengaksesnya melalui Instagram Kumparan, seperti pada beberapa postingan berikut. Kebanyakan data dan berita yang beredar membawa kepanikan dan kekhawatiran bagi pembaca, namun, Kumparan tetap menyajikan data yang seimbang. Bad news is a good news tampaknya bukanlah prinsip yang diusung oleh Kumparan. Saya yakin prinsip luhur ini membuat pembaca semakin #PercayaKumparan.

Pusat Informasi Corona dari Kumparan telah menjadi “peta” dan bekal andalan saya untuk menjalani hari selama masa pandemi berlangsung. Apabila ada anggota keluarga saya yang membagi berita yang tak jelas asal-usulnya (tentang obat corona yang diklaim oleh beberapa pihak, misalnya) saya bisa langsung mengarahkan dan memberitahu untuk mencari sumber bacaan yang lebih meyakinkan. Dengan begini, saya harap, saya dan keluarga dapat menjalani hari dengan hati yang lebih damai, melakukan persiapan untuk berbagai kondisi, serta terus menjaga kesehatan bersama. Saya pun berkeinginan agar kamu yang membaca tulisan ini tergerak untuk melindungi diri serta keluarga selama pandemi dengan mengonsumsi sumber berita yang terupdate dan terkini.

 

Saya paham betapa makhluk Tuhan yang sangat mini ini memiliki kekuatan besar untuk membuat penduduk bumi ketakutan. Tetapi, jangan biarkan dia memenangkan peperangan dengan menguasai pikiran kita dengan kekhawatiran, kepanikan, dan keputusasaan. Kita yang harus melawan, tetaplah #TenangUntukMenang. Sebisa mungkin tetap di rumah aja, tetap produktif, menjaga kesehatan keluarga, serta terus memperbaharui wawasan dan informasi terkini melalui Pusat Informasi Corona. Mudah-mudahan ikhtiar kita ini dilihat oleh Tuhan dan rintangan ini pun segera diangkat olehNya.

Ngomong-ngomong, hal apa saja yang sudah kamu dapatkan di Pusat Informasi Corona dari Kumparan? Share di kolom komentar, yuk!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Marathon Blog Ramadahan oleh Kumparan #BerkahNulisdiRumah #TenangUntukMenang

Infografis diolah oleh Nabilla DP

Sumber komponen: Freepik

Sumber berita:

  1. Daily Social (launching Pusat Informasi Corona)
  2. Kumparan.com

106 tanggapan pada “Kenali Medan Perang Melalui Pusat Informasi Corona dari Kumparan”

  1. Setuju banget, kenali medannya ya.
    Dengan demikian kita tahu gimana sebaiknya bersikap dan terus menjalani hidup tanpa dikuasai oleh virus corona.
    Karena hidup harus terus berjalan ya 🙂

  2. Aku pun cocok ama berita² di Kumparan. Cukup obyektif sih dan informasinya lengkap. Wah iya, bagus nih ada tatacara merawat masker. Sip…artikelnya lengkap…

  3. #Tenanguntukmenang, senang dengan kata kata ini, meski tenang tetap harus waspada dengan menjaga diri dan kesehatan, dirumah lebih baik jika tak perlu keluar, dan info yang didapat tentang corona masih sama,terus bertambahnya kasus positif covid:(

  4. bicara masker, memang melegakan juga akhirnya masker masuk kategori alat pelindung yang efektif dalam mencegah penularan virus corona. Sempat Khawatir ketika panic buying masker medis beberapa bulan lalu.

  5. Meilia Wuryantati

    Aku setuju kak. Kita memang mengenali medannya dulu agar bisa bertindak dan bersikap yang sebaiknya untuk menghempaskan virus Corona ini hehehe.. aku udah pake kumparan terus nih..karena up to date berita nya dan terpercaya

  6. Saring dan sharing sumber berita yang tepat juga menjadi salah satu untuk mencegah penularan COVID-19. Btw, grafisnya bagus banget bunda. Duh penyajiannya keren banget. Kalah deh Kumparannya. Hehehe..

  7. Seneng nih karena Kumparan nggak pakai judul yang bombastis sensasional buat beritanya. Sebagian masyarakat kita kan merasa cukup baca judul aja. Makin sensasional judulnya, makin menarik, bodo amat sama isinya.

  8. Mbak, aku kok suka banget ya baca blognya.. tampilannya interaktif banget 😀
    Setuju juga kalau kumparna menjadi salah satu referensi media yang kredibel dan asik untuk diakses mengenai pemberitaan seputar corona 😀

  9. Iya banget, cara biar kita bias memerangi virus ini adalah dengan mengenalnya secara detail. Untuk infonya, Kumparan salah satu referensiku. Lengkap dan terpercaya. Insya Allah ya gak ada hoax di Kumparan mah ya. 🙂

  10. Sebelum komen yang lain. Wow, kerwn banget mba gaya penulisan dan tampilan blognya. Atraktif sekali.

    Iyap. Kita perlu menyeleksi berita agar kita pun paham dengan medan perang yang sedang kita hadapi saat ini. Setuju banget. Aku pun banyak lihat info dari Kumparan karena penyampaiannya pun ringan dan mudah dipahami.

  11. Di masa seperti sekarang ini, sangat disayangkan memang, banyak beredar berita-berita gak jelas alias hoax yang kehadiannya justru memperkeruh suasana. Jadinya, kita memang harus pintar-pintar mencari berita yang benar agar tidak termakan hoax.

  12. Kondisi pandemi seperti ini memang bikin cemas jika membaca berita-berita hoax, makanya mesti tahu pusat informasi yang tepat seperti kumparan agar kita bisa menanganinya dengan tepat ya, sehingga bisa menghadapi segala kondisi dengan lebih tenang

  13. Informasinya lengkap banget ya. Utk McD Sarinah, saya menyayangkan kejadian di mana orang2 pada datang kesana. Cuma demi hype dan posting di medsos, tapi abai terhadap protokol kesehatan

  14. WEb Kumparan yang khusus Corona ini pro aktif, pas buka salah satu browsing langsung muncul icon corona dari Kumparan ini, jadi bisa langsung klik ke situs yang kredible spt kumparan ini jika cari informasi yang valid terkait isu covid-19

  15. Wah yang MCD itu asli aku baru tahu alasan tepatnya Mbak. Emang penting banget sih mencaritahu sebenarnya dari sumber informasi terpercaya. Kumparan juga jadi pedomanku hehe.

  16. Kumparan ini termasuk media alternatif yang cepat kasih update, Mbak. Beritanyaa berimbang, aku pun punya akun di sana dan pernah nulis sekian artikel. Sayangnya ga aktif, hehe. Informasinya tepercaya, ga sekadar jualan judul bombastis, dan yg lebih penting tuh bermanfaat buat pembaca.

  17. Lengkap bgt semua data ttg corona di kumparan, mau donasi , cara pencegahan , peraturan pemerintah, semua lengkap dlm satu portal ya. Jd punya referensi br nih. Thanks kak

  18. Sejak Corona ini mewabah memang menguras emosi ya mbak. Namun bukan berarti kita larut dalam emosional supaya tidak stress berkepanjangan. Sebagai ibu rumah tangga yang menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga termasuk makanan buat keluarga memang sudah tugas kita untuk menyediakan asupan bergizi untuk keluarga di rumah sembari menggali informasi dari sumber yang benar. Kumparan menjadi media pemberi informasi yang tepat. Terimakasih sharingnya mbak.

  19. Kak Nabilaa..
    Serius tulisannya bikin aku tau banyak hal, sungguh informatif sekali.
    Dan aku baru tahu kalau Kumparan bisa menjadi salah satu pusat informasi Corona yang dapat dipercaya.

  20. Setuju banget mbak menjaga keluarga berarti menjadi bumi dari penyebaran virus Corona. Saya juga belajar untuk mendisiplinkan diri untuk banyak hal terkhusus di kesehatan diri dan keluarga mbak.

  21. aku pusing kebanyakan baca aneka sheran dari grup whatsapp.. bikin parno.. jadi aku mute dan skip dan cuma baca dari informasi valid aja akhirya, salah satunya kumparan

  22. Lengkap banget informasi nya mbak.. aku sendiri termsuk orang yang menjaga kebersihan. Dan memang aware banget…

    Setiap habis keluar rumah, mau makan, dan pegang barang dari luar harus cuci tangan. Tapi sisi positifnya kita sekeluarga jadi lebih bisa menjaga kebersihan.

  23. milih media buat nyari informasi memang kudu selektif, banyak media yg nyebar hoax dan bikin situasi malah makin panas. Skrg aku milih berita yang agak adem2 aja jdnya, serem kalo awal2 corona suka panik berlebih

  24. Keren sekarang tampilan blognya. Tapi kok saya merasa pusing ya saat membaca dengan tulisan yg muncul dan pop up begitu. Hehehe saya aja yg katro ya.

    Greget saat media online Nasional saat ini memberitakan informasi tidak benar. Cukup dengan klarifikasi maaf, mereka kira sidab menutup kasus?
    Semoga Kumparan tetap konsisten mengedepankan kebenaran

  25. Sebenarnya banyak sekali hal positif yang bisa kita dapat dalam kondisi ini ya ka. Jadi lebih terbiasa untuk menjaga kebersihan, terutama untuk diri sendiri.
    Terus juga harus bisa memilih dan memilah berita yang akan kita baca ya ka. Jangan sampai kita membaca berita yang membuat kita was was dan tersugesti yang negatif.
    Lebih baik membaca berita dari sumber yang terpercaya seperti dari Kumparan 🙂

  26. Selama pandemi ini awal2 aq beberapa Media online aq baca, tapi kok ada beberapa yang serem atau judulnya gitu. Nah yg terpercaya dan penyampaiannya juga enak cuma kumparan. Sekarang liat berita update pandemi cuma kumparan

  27. Aku kali dapet berita atau pesan wa grup tentang Corona, suka ngecheck dulu kak. Ya salah satunya dicompare beritanya di kumparan. Kalo ternyata hoax, aku share lagi ke yang bersangkutan untuk memberi berita penyeimbang supaya dia stop hoax sampai di situ. Kasian kan yang baca kalo gak tau , takutnya dishare kembali deh sama yang lain..

  28. Lengkap sekali ih, suka 😀 selama ini aku juga membaca berita via Kumparan yang update, tanpa klik bait, dan akurat. Kalau mau cari topik tertentu tinggal bookmarkin aja tagnya, wah aku sepertinya nggak tau yang slide ke dua di Instagram. Sudah sekreatif itu ya 😀

  29. Meilia Wuryantati

    Baca ini ga bosen lho mba, Terimakasih lengkap banget. Aku setuju kita mesti kenali Medan perang agar kita tahu Mesti gimana dalam bertindak yang benar. Suka dengan pusat informasi Corona kumparan. Berita nya update dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *