Review Happynest, Cafe Ramah Anak di Surabaya (Kunjungan Saat Pandemi)

review-happynest-cafe-surabaya

Akhir Agustus lalu, saya sudah janji ke Mahira mau ajak dia ke sekolahnya untuk main-main. Di sekolahnya Mahira ada banyak mainan yang sangat menarik, nggak cuma mainan plastik aja ya, tapi juga mainan yang sifatnya melatih ketangguhan anak dan yang agak menantang gitu. Eeh, ternyata sekolahnya udah gak boleh didatengin anak sejak tanggal 18 Agustus sesuai instruksi Bu Risma. Akhirnya putar otak lagi deh untuk nyari taman atau cafe yang cukup aman buat mainan anak-anak.

Untungnya ya langsung nemu, gara-gara temen SMAku, Ayu Odhe, abis posting lagi main di cafe yang ada playgroundnya. Karena penasaran, saya pun nanya ke Odhe dan dapet deh akunnya. Namanya Happynest Cafe, cafe ramah anak di Surabaya.

Happynest Cafe Surabaya,
Aman Didatangi saat Pandemi

Saya melakukan reservasi ke nomor yang ada di akun Instagram Happynest. Adminnya cukup terlalu fast respon dan informatif. Saya langsung diberikan jam kosong untuk reservasi dan saya ditanyai pula akan membawa berapa orang. Sistem pembayaranya nggak kayak playground yang ada tiket masuknya, ya. Karena dia kan cafe, jadi hitungannya minimum payment. Kemarin saat kunjungan, harga di Happynest Cafe untuk 3 dewasa dan 2 anak minimum payment-nya 250 ribu untuk 1 jam kunjungan (belum dengan tax service). Yah, itung-itung kayak di Kidzoona yaa.. haha.

To be honest, ada beberapa hal yang saya sukai dari cafe ini, terutama saat kondisi pandemi. Pertama, aman. Kedua, makanannya enak. Ketiga, mainan anak-anaknya menyenangkan. Keempat, nyaman banget. Saya bahas satu persatu, ya.

Aman Didatangi saat Pandemi

Selama pandemi, saya nggak ngajak anak-anak ke luar sama sekali, bahkan untuk ke Alfamart sekalipun. Kebetulan, pertengahan Maret pas baru aja Indonesia ngumumkan kalau ada corona, Mahira dan Laiqa sama-sama sakit. Sejak itu, saya jadi ngetatkan izin Mahira kalau mau keluar-keluar. Paling dia cuma saya ajak jalan-jalan di dalam mobil saja dan bermain di dalam rumah. Makanya, faktor keamanan ini jadi super duper penting saat kondisi ini.

Di Happynest Cafe Surabaya, keamanan sudah terlihat saat kita reservasi. Jadi, kita hanya diperkenankan datang pada jam yang sudah kita pilih. Kemarin saya datang lebih awal, kebetulan, ternyata pada jam sebelum saya nggak ada orang, jadi kami bisa masuk lebih awal dengan hitungan tetap 1 jam. Nah, saat sudah mau selesai juga pegawai akan memberitahu kita kalau jamnya sudah akan berakhir. Anyway, untuk reservasi nggak ada biaya, kok. Akan tetapi, lebih baik jika kamu sudah memesan trus mau membatalkannya, kabari pihak cafe secepatnya, ya, biar sama-sama enak gitu.

Happynest Cafe Surabaya

Jl. Jawa No.18, RT.000/RW.00, Gubeng, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60281

Everyday 11.00-19.00

For reservation : +6289602881155

happynest-cafe-surabaya
Lembar Covid-19 Self Declaration.

Saat kami datang, pegawai langsung menyemprot kursi yang akan kami tempati dan menyemprot area bermain anak. Biar lebih bersih dan steril gitu yaa. Semua pegawainya pakai masker dan face shield. Kalau karyawan di bagian dapur saya kurang tahu, ya, karena kan nggak terlihat. Saat kami di sana, hanya ada keluarga saya saja plus dua orang perempuan yang sedang memasang face shield anak untuk dijual. Kata pegawai, itu rekanan cafe. jarak duduknya pun jauh, dua perempuan itu juga memakai masker.

Yang paling bikin saya salut adalah mereka meminta data kita untuk memudahkan tracing (kalau ada apa-apa). Data standar aja sih, misalnya siapa aja nama pengunjung dan apa hubungan dengan kita (orang yang reservasi), alamat, dan nomor handphone. Pada lembar tersebut, kita juga diminta mengisi soal kondisi kesehatan dan keterkaitan kita dengan pasien suspek covid-19 (jika ada).

Makanan yang Cukup Enak

Ngangenin banget sih enggak, ya, tapi cukup lezat lah. Saya memesan nasi gila, rasa pedasnya pas dan porsinya cukup mengenyangkan. Anak-anak saya pesankan macaroni schotel, itu juga enak banget menurutku. Mahira dan Laiqa sama-sama doyan. Kebetulan ada sisa, itu juga bisa dibungkus dan dimakan lagi di rumah.

Minumannya standar aja, saya memesan salah satu minuman yang direkomendasikan pada menu tapi ternyata rasanya nggak sesuai ekspektasi saya. Nilai plus lainnya adalah saat kita datang, pegawai akan memberi satu botol air mineral kecil dan satu puding vita jelly. Hm.. lumayan!

Overall, untuk makanan saya beri rate 4 / 5. Cukup asyik sebagai selingan makanan di rumah dan pas untuk menemani anak-anak yang sedang bermain. Btw, ini mereka belum available di Go-Food, ya. Jadi, kalau kepengen, ya kudu dateng kemarii..

Mainan yang Menyenangkan

Kalau dilihat, sebetulnya cuma ada satu mainan besar dengan dua perosotan dan ada area bermain motorik halus di bagian bawah perosotan. Ada pula area yang dapat dijadikan sebagai terowongan. Di pojok ruangan, ada area panjat tebing dan tangga untuk anak-anak yang suka naik-naik. Konsep yang digunakan sepertinya mengadopsi prinsip-prinsip montessori. 

Menariknya, mainan ini melatih ketangkasan dan keberanian anak, karena ada tekstur pada tangga dan ada jembatan kayu yang cukup bikin deg-degan Laiqa hihihi. Nah, kalo perosotannya, menurutku agak kurang licin, mungkin karena bahannya kayu sintesis, ya. Hanya Mahira yang bisa meluncur dengan mulus. Oh, ya, orang dewasa bisa main juga, lho! Asal bergantian aja, ya, hihi.

Di bagian bawah perosotan ada beberapa mainan dengan berbagai tekstur yang bisa disentuh, ada boneka (sayang bonekanya agak kotor), kuda-kudaan, dan buku. Area bawah sangat menarik untuk spot foto bersama keluarga.

Nyaman untuk Keluarga

Selama di Surabaya, saya jarang sekali nemu cafe yang ramah untuk keluarga. Baik itu dari menu, atraksi indoor, maupun fasilitas lain. Nah, cafe ini betul-betul memenuhi konsep ideal “Cafe ramah anak” dan “cafe untuk keluarga”.

Cafe ini turut mengakomodir orang yang datang berdua tanpa anak-anak. Di bagian depan cafe, ada deretan kursi yang cukup untuk 2-4 orang. Area playground dan kursi keluarga ada di bagian belakang. Yang saya suka dari area belakang ini pemilihan langit-langitnya yang transaparan serta ada area menyusui dan mengganti diapers yang sangat luas. Desain pada temboknya pun menarik dan bikin betah. Saya membayangkan cafe ini bisa rame banget kalau nggak ada corona.

Oh, ya, karena mereka hanya menyediakan kursi di dalam ruangan, jadi pakbapak yang doyan ngerokok nggak boleh merokok di dalam, yaa.. harus keluar dulu!

What I dislike

Kendati ada banyak kelebihan Happynest, tetap ada satu dua hal yang kurang saya sukai dari cafe ini. Pertama, soal parkir. Area parkirnya agak sempit untuk mobil. Tapi, mobil bisa parkir di seberang cafe atau di sepanjang Jalan Jawa yang cukup lebar.

Kedua, soal jam kunjungan. Menurutku 1 jam itu kurang banget loh. Kalau bisa 1.5 atau 2 jam kan enak. Ketiga, ini berkaitan juga dengan jam kunjungan, yakni lamanya makanan disajikan. Kemarin, saya memesan 2 nasi gila dan 1 menu ala ala gyudon gitu (maaf, saya lupa namanya) dan satu nasi gila yang harusnya buat saya datang kira-kira 12 menit jelang waktu saya selesai. Jadi, saya makannya agak terburu-buru. 

Lebih baik, kalau mau ke sana, pesan saja dulu makanannya via WA. Jadi begitu sudah sampai, nggak butuh waktu lama untuk menunggu makanan. Selebihnya, saya sangat puas dan senang bisa berkunjung ke Happynest. Saya berencana main ke sana lagi minggu depan! Soalnya mumpung ada diskon wkwk.

Buibu, Pakbapak, ada yang sudah pernah main ke Happynest? Coba komen di sini, yuk. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *