“Bunda, Mahira bosen…”

Kalimat di atas adalah keluhan yang diutarakan anak pertama saya jika sudah lebih dari sepekan saya tidak mengajaknya jalan-jalan. Biasanya, saya dan suami mengajak anak-anak berkeliling Surabaya pada sore atau malam hari, sekadar untuk melihat matahari terbenam, melihat bintang dan bulan, serta gemerlap lampu di jalanan. 

Kalau sudah begitu, saya akan membiarkan Mahira menikmati kebosanannya sejenak. baru kemudian, saya tawarkan padanya pilihan mainan dan buku bacaan. Kalau dia sedang mood, tawaran saya akan diterimanya dengan tangan terbuka. Jika tidak? Dia akan terus merengek dan meminta sesuatu yang baru. 

Kali ini, saya tawarkan padanya untuk membaca cerita bersama. Namun, dia menolak. Dia bukannya tidak mau membaca, tetapi menolak tema buku yang saya pilihkan. “Mahira maunya cerita tentang benda angkasa, Bunda. Kan, Mahira udah minta kemarin, Bunda lupa, ya?”

Ah, iya. Akhir-akhir ini, Mahira memang sedang gemar mendengar cerita tentang benda angkasa. Awalnya saya mengenalkan benda angkasa padanya lewat obrolan sore, kemudian berlanjut ke tebak-tebakan ringan jelang tidur malam. Baru sedikit benda angkasa yang saya tunjukkan padanya yakni bulan, bintang, pelangi, Venus, meteor, dan matahari. Kebetulan, saya tak punya buku tentang benda angkasa. Saya kira, Mahira akan menyukai tema ini jika nanti dia sudah berusia Sekolah Dasar atau sekitar umur 5 atau 6 tahun. Rupanya, ketertarikan itu datang lebih cepat. 

Syukurlah saya memiliki aplikasi untuk membaca online di ponsel, yakni Let’s Read. Segera saya mencari beberapa cerita tentang angkasa dan voila! Ketemu semuanya!

Saya pernah mengulas aplikasi Let’s Read di postingan ini. Aplikasi ini tidak memiliki alasan untuk saya tolak di smartphone saya. Sejak awal saya kenal Let’s Read, saya tidak pernah meng-uninstal-nya. Sebab, koleksi ceritanya banyak, ilustrasinya menarik, dan gratis. Saya pun tetap bisa membangun interaksi dengan anak saat membaca online bersamanya. Bagi saya dan anak-anak, Let’s Read memberikan pengalaman membaca menyenangkan.

Mahira, anak pertama saya, kini telah berusia 4 tahun. Keingintahuannya terus meningkat. Pertanyaan demi pertanyaan pun diajukan. Kemarin-kemarin, dia suka membaca tentang princess dan fabel. Sekarang, otaknya dipenuhi rasa keingintahuan yang tinggi tentang benda angkasa. Jujur saja ini agak menantang untuk saya sebagai orang tuanya, sebab, saya harus mencari cara agar bahasa dan penjelasan saya mudah dimengerti olehnya. Anak seusia Mahira cara berpikirnya masih pada dunia konkret. Dia selalu ingin tahu gambaran nyata dari imajinasi dan penjelasan saya.

Terkadang, untuk membantu menjelaskan, saya membuka YouTube dan memilih video tertentu misalnya video tentang Venus, Mars, dan Aurora. Namun, kebanyakan video-video itu dibuat untuk orang dewasa dengan penjelasan yang kaku. Saya pun mencoba cara lain yang lebih asyik yakni lewat membaca. Saya beruntung mengenal Let’s Read lebih awal karena di Let’s Read, jadi saya sudah cukup familiar dengan fitur-fiturnya. Setelah saya eksplorasi, rupanya ada banyak cerita yang sangat menarik tentang luar angkasa. Masya Allah, senang sekali rasanya! Berkat aplikasi Let’s Read, saya tetap bisa bercerita pada Mahira tentang benda angkasa kesukaannya.

Berikut ini adalah cerita-cerita dengan karakter serta setting cerita tentang bumi dan luar angkasa pilihan saya dan Mahira. Sebetulnya masih banyak cerita lain yang juga menarik, namun, kontennya belum dapat dipahami oleh Mahira.

Mencari Pluto

Mervat Al-Beltagi

Pluto hilang. Matahari kebingungan mencari Pluto. Para planet itu lalu membantu Matahari. Akankah mereka menemukan Pluto?

Reading level: 5.

Mencari Telinga Bumi

Iwan Yuswandi

Menurutku, berputar itu mengasyikkan. Bahkan, Bumi juga berputar. Apa Bumi pernah pusing karena berputar terus? Aku ingin bertanya, tapi di mana letak telinga Bumi, ya? Wah, benar-benar bikin penasaran, deh. Yuk, cari tahu dalam cerita ini!

Reading level: Level 3.

Petualangan Menemui Matahari

Svay Leemeng

Matahari tidak lagi bersinar di desa Srey Pov. Dia ingin pergi menemui Matahari dan mencari tahu mengapa. Simak apa yang dia temukan di dalam kisah petualangan mengasyikkan ini.

Reading level: Level 4.

cerita-anak-online

Gul di Luar Angkasa

Richa Jha

Apa rencanamu pada hari ulang tahunmu? Bagaimana jika berjalan-jalan di luar angkasa? Cerita ini akan membuatmu melompat kegirangan. Dan jika tidak ada gravitasi, kamu pasti akan tetap berada di tempatmu! Bersiaplah untuk menjelajah angkasa bersama Astronaut Gul.

Reading level: Level 5.

cerita-anak-online

Zepi Keliling Indonesia

Fadjar Kurnia Sopian

Satu, dua, tiga, empat, lima. Siapa mau ikut Zepi keliling Indonesia?

Reading level: Level 2.

CERITA-ANAK-ONLINE

Kak, ke mana Perginya Matahari Ketika Malam Tiba?

Roopa Pai

Adik selalu punya pertanyaan untuk kakak. Dia tahu kakak memiliki semua jawabannya karena kakak banyak membaca. Dalam buku ini, adik ingin tahu ke mana perginya sang matahari ketika malam hari. 

Reading level: Level 4. Terdapat percobaan mini di akhir cerita.

cerita-anak-online

Bulan dan Topi

Rohini Nilekani

Apakah kamu suka pakai topi saat matahari bersinar? Temukan siapa yang juga senang memakai topi dalam buku seru ini.

Reading level: Level 3.

cerita anak online

Pelangi

Krisan Faraetty

Kalau aku sedih, aku menggambar pelangi! Kau tahu alasannya?

Reading level: Level 2

aplikasi-lets-read

Run Away to The Stars

Amima Iziddine

When Junior’s parents find out about his exam results, they take away his telescope and encyclopedia book to punish him. Junior wants to run away but where will he go?

Reading level: Level 5

Dari judul-judul di atas, ada dua yang menjadi favorit Mahira yakni Mencari Pluto dan Run Away to The Stars. Bagi Mahira, kedua cerita itu sangat menarik. Saya pun sependapat dengannya. Run Away to The Stars berkisah tentang anak lelaki yang menyukai luar angkasa, bintang, dan bulan, serta bermimpi ingin pergi ke sana. Sementara pada cerita “Mencari Pluto”, penulis menggambarkan karakter masing-masing planet dengan cara yang unik. Gaya berceritanya pun menyenangkan, kontennya memuat edukasi singkat tentang alasan Pluto tidak lagi termasuk kategori “planet” dalam Tata Surya. Kamu bisa menyaksikan aktivitas membaca “Mencari Pluto” bersama saya dan Mahira melalui video di bawah ini.

Mahira terlihat sangat antusias, bahkan, Laiqa, anak kedua saya yang bulan depan akan berusia 2 tahun, dapat mengikuti keseruannya. Laiqa memang belum paham ceritanya, tapi dia jadi mengenal gambar dan dapat menyebutkan matahari, bumi, bintang, dan lain-lain. Ketika bercerita untuk anak-anak, saya mengimprovisasi percakapan karakter agar lebih mudah dipahami anak. Saya juga menggunakan intonasi dan interaksi aktif dengan anak. Saking asyiknya, pada akhir cerita, Mahira minta agar saya membacakan cerita lainnya. Ia ingin dibacakan lebih banyak lagi!

Berkat banyaknya pilihan judul dan bacaan tentang luar angkasa di Let’s Read, saya dan Mahira jadi memiliki banyak bahan obrolan. Dia bahkan meminta saya untuk menunjukkan benda angkasa lainnya yang masih belum dia ketahui. Ia pun gembira karena bisa “berjalan-jalan” di angkasa dan mengenal berbagai benda langit tanpa harus keluar rumah dan naik roket. Anak saya ini memang unik, dia menggemari benda angkasa tetapi dia takut dengan roket karena dia bilang ekornya roket mengeluarkan api. Hihi.

Let’s Read memungkinkan Mahira menembus batas jarak dan waktu. Saat ini, ia memang harus lebih banyak berdiam diri di rumah karena pandemi, tetapi, imajinasinya bisa terus bergerak bebas. Sebelum membaca di Let’s Read, Mahira mudah bosan mendengar penjelasan dari video planet-planet yang saya tunjukkan. Tetapi, ketika sudah membaca Let’s Read, dia mulai menyukai planet, meminta untuk menunjukkan bagaimana rupa planet-planet lain di Tata Surya, dan mengajukan pertanyaan dan ketertarikan seperti kalimat-kalimat di bawah ini:

“Kenapa Uranus kedinginan, Bunda?”

(Dia mengajukan pertanyaan ini setelah membaca cerita di Let’s Read yang berjudul “Mencari Pluto”)

Bunda, Mahira suka sekali dengan Planet Saturnus. Dia cantik ya, punya cincin seperti Mahira.

“Bunda, di luar angkasa kan sudah malam, kenapa masih ada matahari?”

“Bunda, di dalam planet-planet itu isinya ada apanya?”

“Kenapa di planet Venus nggak ada manusianya, Bunda?”

Kadang, saya hanya mendengarkan setiap kalimat yang meluncur dari bibir mungilnya. Tak jarang saya pun harus googling terlebih dahulu untuk mempersiapkan jawaban. Saya bersyukur, bersama Let’s Read, saya pun turut belajar sebagai orang tua dan membersamai anak mengarungi petualangan dan dunia imajinasi yang penuh keseruan.

Saya percaya, kegiatan sederhana berupa membaca bersama yang saya rutinkan dengan anak-anak dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi mereka. Kelak, dia akan membahas cerita-cerita ini bersama teman-temannya, di sekolah, ataupun melalui karyanya nanti.

Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca. Sebelum anak-anak bisa membaca, mereka butuh keterampilan literasi sejak dini, seperti mengetahui berbagai kosakata dan tahu cara memakainya, mampu mendengarkan, memberi atensi, dan melafalkan dengan benar sebuah kata berdasarkan bunyinya, dan mengetahui huruf alfabet. Semua itu dapat dilakukan dengan cara menyenangkan yaitu membaca. Membaca pun, saat ini, tidak terbatas pada buku fisik saja. Terlebih untuk Generasi Alpha dan Gen Z yang sudah akrab dengan teknologi dan sejak pandemi ini lebih intens belajar melalui handphone dan laptop, kehadiran Let’s Read sebagai perpustakaan digital cerita anak tentu akan mempemudah proses ini.

Sementara, imajinasi adalah komponen yang esensial dalam perkembangan anak. Imajinasi membantu anak belajar berbagai kemampuan dalam hidup, membangun kreativitas dan problem-solving yang kelak akan mereka butuhkan saat dewasa. Oleh karena itu, sebisa mungkin, sejak anak-anak, kita memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk anak bertumbuh dan berimajinasi. salah satunya lewat budaya membaca. Sebab, membaca membuat kita membentuk imajinasi untuk menggambarkan karakter, memvisualisasikan setting cerita, dan menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Terlebih jika bacaannya tentang tema petualangan, anak akan belajar tentang orang, tempat, peristiwa, dan waktu. 

Dari contoh pengalaman saya membacakan cerita dengan tema petualangan kepada Mahira, membuktikan bahwa membaca dapat memupuk iterasi dan menumbuhkan imajinasi anak.  Menceritakan petualangan lewat buku dapat membuka wawasan anak bahwa “Ooh, ternyata duniaku tidak sempit”, “Ternyata ada banyak hal menarik di luar sana”, serta “Ada banyak hal baru yang belum aku ketahui”. Hal ini juga memberi manfaat penting dalam pengembangan softskill anak, diantaranya:

Mengembangkan empati.

Saat kita membaca sebuah buku, kita menempatkan diri kita seolah-olah berada di dalam cerita. Hal ini memungkinkan kita untuk mengembangkan empati saat kita mengalami kehidupan karakter lain dan dapat mengidentifikasi perasaan mereka. Anak-anak kemudian dapat menggunakan pemahaman ini untuk berempati di dunia nyata dengan orang lain. Selain itu, anak-anak akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang emosi, yang dapat membantu mereka memahami emosi mereka sendiri dan orang lain.

Menumbuhkan ketangguhan.

Kita tidak bisa selamanya menahan anak-anak di rumah dan tidak mengenal dunia luar yang penuh “bahaya”. Akan selalu ada hal-hal, benda, maupun kejadian yang ditakuti oleh anak. Dengan cerita, kita bisa mengenalkan dan memberi gambaran tentang apa yang mungkin terjadi dan akan dihadapi oleh anak. Misalnya, dengan berpetualang, anak jadi tahu bahwa melangkahkan kaki ke luar rumah dan melihat tempat baru akan membuat anak menemukan sejumlah tantangan. Hal ini dapat membuat mereka lebih waspada dan dengan cepat mengidentifikasi kejadian di sekitar mereka.

Mengembangkan Kemampuan Kognitif.

Perkembangan kognitif mengacu pada bagaimana anak mampu memandang dan berpikir tentang dunia, kecerdasan, penalaran, perkembangan bahasa, dan pemrosesan informasi. Dengan membacakan cerita untuk anak-anak, kita memberi mereka pemahaman yang mendalam tentang dunia mereka dan mengisi otak mereka dengan pengetahuan. Mereka kemudian menggunakan pengetahuan latar belakang yang diperoleh ini untuk memahami apa yang mereka lihat, dengar, dan baca, yang membantu perkembangan kognitif mereka.

Mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.

Sebuah cerita dapat membawa kita ke mana saja, bisa ke kota lain, ke hutan, ke lautan, ke negara lain, ke luar angkasa, atau bahkan ke dunia alternatif. Dengan membaca buku, seorang anak belajar tentang orang, tempat, dan peristiwa yang tidak dapat mereka pelajari dengan cara lain. Ini memberi anak-anak pemahaman yang lebih dalam tentang dunia di sekitar mereka serta aktivitas dan budaya yang berbeda dari mereka sendiri. Anak pun memiliki wawasan yang lebih luas dan bisa belajar untuk menghargai perbedaan.

Belum lagi manfaat yang begitu melekat dari aktivitas membaca bersama anak yakni terbangunnya hubungan yang kuat antara orang tua sebagai pihak yang membacakan cerita dengan anak, melatih fokus anak, dan membuatnya memiliki kosakata yang lebih kaya. Kita, sebagai orang tua yang membacakan cerita untuk anak, dapat memberi stimulasi untuk bergantian membacakan cerita, agar anak pun mampu berlatih merangkai kata dan kalimat serta mengasah kemampuan mereka untuk berkomunikasi.

Saat pandemi seperti ini, mungkin kita sebagai orang tua nyaris kehabisan akal, aktivitas apa lagi yang bisa saya berikan ke anak? Apabila kamu belum mencoba Let’s Read, dapat saya katakan ini saat yang tepat untuk menginstalnya. Apabila kamu pengguna Let’s Read, akan saya tunjukkan cara mencari cerita-cerita menarik tentang petualangan, khususnya petualangan di luar angkasa. 

Let’s Read menyajikan ratusan cerita serta petualangan lainnya. Ada tentang hutan, lautan, dan tentang wisata lokal. Bahkan, ada juga dunia imaji anak. Saya akan mengulangi sekilas kelebihan Let’s Read, barangkali ada dari Buibu atau Pakbapak sekalian yang belum memiliki aplikasi keren ini.

Pertama,  aplikasi ini gratis dan ringan. Kedua, ada berbagai bahasa termasuk bahasa Inggris, Indonesia, Bahasa Bali, Bahasa Sunda, Bahasa Jawa, dan Bahasa Minang. Ketiga, ada berbagai tag atau tema cerita. Keempat, Let’s Read menyediakan level bacaan mulai dari “My First Book”, Level 1, hingga Level 5. Level ini menunjukkan bahwa tidak ada satupun anak yang terlalu telat untuk memulai membaca. Kelima, kita bisa mendownload cerita di Let’s Read dengan format PDF melalui websitenya dan dapat pula mengunduh buku melalui aplikasi di smartphone dan akan masuk ke bagian “Buku Unduhan”. Untuk langkah-langkah mencari cerita dengan tema petualangan, bisa kamu simak di bawah ini:

Keunggulan lain pada Let’s Read yang saya kagumi adalah Let’s Read berkolaborasi dengan banyak kreator dari berbagai daerah dan negara. Kita pun bisa belajar beragam budaya bersama anak-anak. Selain itu, Let’s Read juga gemar mengangkat kearifan lokal dan membuat Instastory interaktif dengan followers. Kamu bisa mengikuti keseruannya melalui Instagram Let’s Read.

Kamu belum punya? Segera download aplikasi Let’s Read melalui tombol di bawah ini. 

Yuk, Bunda dan Ayah, kita semangat terus membacakan buku ke anak. Sabar saja, kelak kalau mereka sudah bisa membaca, bisa jadi kita duduk berdampingan bersama anak dengan buku bacaan masing-masing. Hihi, kebayang serunya, ya?

Apalagi saat pandemi seperti ini, ketika kita semua sedang terbatas mau jalan-jalan, kita tetap bisa mengisi imajinasi dan wawasan anak melalui cerita petualangan yang seru di Let’s Read. Bunda dan Ayah apakah punya pengalaman seru juga dalam bercerita ke anak melalui aplikasi Let’s Read? Kalau ada, bagikan di kolom komentar, yuk! 🙂

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Let’s Read Blog Competition dengan pengalaman pribadi penulis.

Referensi:

High Speed Training UK, https://www.highspeedtraining.co.uk/hub/why-is-reading-important-for-children/, 2019.

Kids Health, https://kidshealth.org/en/parents/reading-toddler.html, 2019.

Sumber ilustrasi planet dan benda angkasa: Freepik (artists: Freepik, Photographeeasia, Raw Pixels.) dan buku dari Let’s Read.

Sumber foto: pribadi.

67 tanggapan pada “Let’s Read: Aplikasi yang Membawa Mahira Berpetualang ke Angkasa”

  1. Ilustrasi gambar Let’s Read nya menarik ya mba, wajar kalau anak anak jadi tertarik dan antusias pengen baca.
    Sekalian bisa jadi cara orang tua tuk membiasakan kembali “Gemar Membaca” biar gak malas.

  2. Let’s Read emang aplikasi yang recommended ya Bun buat anak2, seneng banget pastinya ya Mahira diajak berpetualang dengan membaca kisah di Let’s Read.

  3. Pingback: Let’s Read: Aplikasi yang Membawa Mahira Terbang ke Angkasa – Blogger Perempuan

  4. Pilihan ceritanya bagus bagus semua yaa. Kesukaannya anak-anak nih. Anak saya yang nomor 2 suka banget tuh segala hal tentang luar angkasa. Kapankapan saya bacakan juga deh cerita di Let’s Read.

  5. Paling nggak tahan sama buku cerita anak-anak tuh lihat ilustrasinya yang gemes-gemes. Bagus banget sih aplikasinya, praktis, bisa dibuka kapan aja. Dan pastinya bisa ngatasin bosan anak selama di rumah aja ya mbak.

  6. aplikasi yang sangat bermanfaat ya, bisa saya rekomendasiin ke saudara saya yang punya anak kecil seusia SD dna PAUD, pasti mereka tertarik banget niy, baca buku dengan gambar yang berwarna warni dan banyak pilihan pula

  7. Mahira pinter banget nih sudah tau apa saja yang ingin ditanyakan terkait alam semesta. Pilihan yang bagus nih instal Let’s Read. Sewaktu-waktu anak ingin tau cerita dengan tema tertentu, bunda bisa langsung mencari di app tersebut ya karena koleksi ceritanya banyak sekali.

  8. Aaah aku juga udah install let’s read. Di sekolah anakku pun kadang dapat jurnal readingnya dari bahan bacaan di let’s read. Jadi kadang anakku udah tau duluan ceritanya. Hihii

  9. Bahagianya anak2 zaman now ya ada aplikasi Let’s aread yg keren begini. Anak2ku udah remaja sih hahaha..kepengen bacain cerita buat keponakan aja kali ya. Kisah2nya menarik. Anak2 ga bosan di rumah deh 😊

  10. Wah pinter yaa Mahira… suka planet Saturnus karena cantik punya cincin juga samaan sama Mahira ya hehe… sehat selalu Mahira… makin rajin baca Let’s Read nya yaa

  11. Wah jadi ingat buku dongengku segede bantal pas masih kecil, terutama cerita HC Andersen…ya ampun jadi kangen. Aku malah belum tahu ada aplikasi Lets Read ini…download ah soalnya sekarang makin bingung nyari aktivitas yang ada nilai edukasinya apalagi selama belajar daring waktu luang anak-anak lumayan banyak.

  12. Dari nama aplikasinya aja udah menarik dan ngajak untuk sering membaca, ya. Tapi aku jujur masih ragu mengajak anak baca lewat gadget karena belum siap sama risiko anak lebih suka pegang gadget daripada buku

  13. Waa, samaan mba aku juga suka banget dengan aplikasi Let’s Read, dari pertama kali unduh sampai sekarang masih tetep ada karena emang dipake banget sama aku dan anakku hihi.. cerita mencari pluto juga salah satu favoritku, ga cuma cerita tentNg ‘mencari’ tapi juga terselip ilmu science sederhana di dalamnya, the best sih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *