Maret 2019

Jelajah Masjid Tua di Bursa

Saya kurang paham mengapa para penguasa Ottoman dan orang Turki gemar menamai masjid dengan merujuk pada warna interior masjid. Misalnya, Blue Mosque dan Green Mosque. Mungkin karena agar lebih mudah diingat dan ada manfaat jangka panjang ya, yakni menarik minat wisatawan. Sotoy mode on haha. Kalau Blue Mosque kan nama asli masjidnya adalah Masjid Sultan Ahmed lha kalau di Green Mosque ini nama aslinya memang green atau Yesil dalam bahasa Turki.

Dinamakan Green Mosque karena interiornya berwarna hijau. Saya kurang mengamati interior masjid karena saat saya ke sana, ruang utama masjid sedang digunakan para lelaki untuk persiapan shalat jumat. Saya sempat memotretnya seusai shalat masjid, itupun hanya sebentar karena sungkan. Sementara warna bangunan luarnya hampir mirip dengan Grand Mosque yang berwarna cream muda dan terkesan sangat tua sekaligus kokoh. Arsitekturnya khas gaya Ottoman yang memiliki kubah dengan diameter yang sangat lebar dan menara yang  sangat tinggi.

Selengkapnya »Jelajah Masjid Tua di Bursa

Salju Pertama di Bursa

Sudahkah saya bercerita kepadamu bahwa sebelum saya menikmati salju tebal di Turki, saya pernah bertemu dengan salju sebelumnya? Pertama kali saya melihat butiran salju yang turun dari langit dan menyelimuti pucak bukit saat berada di Hiroshima, Jepang pada tahun 2013. Salju yang saya lihat dulu tidak sepadat yang saya lihat di Turki, sebab memang baru permulaan saja. Berbeda dengan salju di Turki yang saat saya ke sana, sedang dalam masa keemasannya

Meski sedang dalam puncak musim, saya tidak mendapati salju di kota Istanbul saat musim dingin. Yang ada hanya hujan lebat, awan gelap, dan angin kencang. Dinginnya sih sama, menusuk kulit! Berbeda dengan kota tetangganya, Bursa, yang menjadi kota pertama yang kami jelajahi.

Selengkapnya »Salju Pertama di Bursa